Mentalitas Bali United Membaik, Tak Risau Kehilangan 2 Bek Asing Sekaligus

Bali United memulai musim dengan sangat baik. Dua laga awal dilalui dengan kemenangan saat mengalahkan PSS Sleman dan Isen Mulang Kalteng FC. Dengan mencetak enam gol dan hanya kemasukan dua gol, Serdadu Tridatu untuk sementara bertengger di puncak klasemen dengan perolehan 6 poin.

Kehilangan dua bek asing, Joao Ferrari dan Thomas Lam, tampaknya menjadi kendala bagi tim. Apalagi, Joao Ferrari sudah dipastikan tidak akan masuk dalam skuad musim ini.

Pelatih Bali United, Johnny Jansen, merasa sangat senang dengan dua kemenangan ini. Hal ini dikarenakan pada musim lalu, Bali United harus melewati dua pertandingan pertama dengan hasil imbang.

“Rasanya senang bisa mengamankan dua kemenangan beruntun. Jika melihat apa yang kami lakukan selama pramusim dan bagaimana kami ingin bermain, ini adalah langkah besar jika dibandingkan dengan musim lalu,” bebernya.

Mentalitas yang tidak memberikan toleransi terhadap kesalahan sedikit pun juga menjadi catatan bagi Johnny Jansen. Meskipun menang telak 4-1 atas Isen Mulang Kalteng FC, ia terlihat cukup kecewa saat timnya kebobolan satu gol pada menit akhir pertandingan.

“Mike sangat marah saat melihat pemain lain melakukan skema bertahan dan gagal mengantisipasi sepakan bola. Mentalitas ini sangat baik karena pemain tidak menerima begitu saja saat kami kebobolan,” tegasnya.

“Mentalitas inilah yang kami butuhkan untuk melangkah ke tahap berikutnya. Saya pikir, kami bisa menjaga fokus agar sedikit lebih baik lagi,” tambahnya.

Meski menang dalam dua pertandingan, Johnny Jansen tidak ingin terlena. Ia masih memikirkan untuk merekrut pemain baru guna menggantikan Joao Ferrari agar tidak perlu terus-menerus mengubah posisi pemain, seperti Brandon Wilson yang ditarik mundur menjadi bek tengah bersama Kadek Arel.

“Tentu kami perlu membahas hal ini. Yang pasti, kami terus mendiskusikan hal ini dengan manajemen dan sedang mencari pemain baru. Semoga kami bisa segera mendapatkannya,” terang pelatih berusia 51 tahun tersebut.

Di sisi lain, bek tengah Bali United, Kadek Arel Priyatna, tidak masalah berduet dengan siapa pun di lini belakang, termasuk dengan Brandon Wilson yang sejatinya adalah gelandang nomor 6. Ia mengaku sudah sering berlatih dengan Brandon di lini belakang sehingga chemistry keduanya semakin baik.

“Kami sudah sering beradaptasi dalam latihan, jadi tidak perlu melakukan penyesuaian lagi. Yang jelas, tetap harus ada evaluasi untuk lini belakang karena fokus kami selain kemenangan adalah tidak kebobolan,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *