PSSI Provinsi Jawa Barat resmi menuntaskan rangkaian kompetisi tahun 2026. Namun, pesta sepak bola usia muda ini tidak sekadar melahirkan para juara.
Dari Subang hingga Bogor, Piala Soeratin Jabar 2026 menjelma menjadi panggung yang memadukan sepak bola, budaya, hingga geliat industri lokal. Sebanyak 202 tim dari tiga kelompok usia telah bertarung memperebutkan supremasi di level Jawa Barat.
Kini, para juara dari zona Jawa Barat bersiap mengibarkan nama Pasundan di pentas yang lebih tinggi. Untuk kelompok usia (KU) 13 dan KU 15, pertandingan digelar di Stadion Persikas Subang mulai 16 Agustus hingga 7 September 2026.
Sementara itu, persaingan kelompok U-17 mencapai puncaknya di Stadion Persikabo, Kabupaten Bogor, hingga partai final pada Sabtu, 12 September 2026. Hasilnya, Persib Bandung tampil sebagai penguasa U-13 dan U-15 dengan menyapu bersih dua gelar sekaligus.
Di kelompok U-17, WBFC keluar sebagai juara setelah menundukkan Saint Prima di partai final. “Selamat untuk para juara. Bawa nama Jawa Barat dan raih prestasi setinggi-tingginya di tingkat nasional,” tegas Pelaksana Tugas Sekjen PSSI Provinsi Jawa Barat, M. Jaelani Saputra, Minggu (13/9/2026).
Ada yang berbeda dalam gelaran Piala Soeratin Jabar tahun ini. PSSI Jawa Barat sengaja mengusung konsep pertandingan yang tidak dipusatkan di satu wilayah, mulai dari babak kualifikasi hingga final.
Sebaliknya, kompetisi dibawa berkeliling agar para pemain dan rombongan tim dapat mengenal lebih dekat kekayaan sosial, budaya, sekaligus potensi ekonomi daerah di Jawa Barat. Setiap daerah yang menjadi tuan rumah mendapat kesempatan untuk menghidupkan sektor ekonomi lokal.
UMKM ikut bergerak dan keramaian pun tercipta, sehingga pertandingan sepak bola menjadi daya tarik yang mempertemukan olahraga dengan aktivitas ekonomi masyarakat. “Semua ini berkaitan dengan tujuan dari kompetisi itu sendiri. PSSI Jabar ingin menampilkan konsep sport tourism, yaitu wisata atlet dari kota atau kabupaten berbeda dengan melihat aspek sosial dan budaya di Jawa Barat,” jelas Jaelani.
“Sementara di sisi lain, banyak UMKM yang terlibat dan memanfaatkan keramaian melalui sepak bola,” lanjut pria yang akrab disapa Bang Jae tersebut.
Menurut Jaelani, besarnya ekosistem sepak bola Jawa Barat harus dimanfaatkan secara maksimal. Sepak bola bukan hanya tentang mencetak pemain dan mengejar kemenangan, tetapi juga dapat menjadi pemersatu seluruh ekosistem sepak bola Jawa Barat untuk bersama mengejar prestasi nasional.
Berbagai program PSSI Jawa Barat ditegaskan harus tetap berjalan dan tidak boleh tersendat, termasuk menjelang Kongres PSSI Jawa Barat pada 30 Oktober 2026 mendatang. “Semua program yang dilaksanakan ini jangan tersendat di masa menjelang Kongres PSSI Jabar 30 Oktober 2026. Sebagai kewajiban organisasi PSSI Jawa Barat, program ini harus tetap berjalan,” tegasnya.
Gerakan PSSI Jawa Barat juga tidak berhenti di kompetisi Piala Soeratin saja. Di sektor kepelatihan, kursus Lisensi D bersubsidi terus digalakkan. Hingga akhir September 2026, program tersebut ditargetkan mampu melahirkan sekitar 1.000 pelatih baru.
Sementara itu, Liga Jabar Istimewa (LJI) juga terus diperluas. Setelah bergulir untuk kelompok usia U-10 dan U-12, kompetisi akan berlanjut ke kategori U-14 dan U-19.
LJI U-14 dan U-19 dijadwalkan berlangsung pada 3-12 Oktober 2026. Pembukaannya akan dipusatkan di Kabupaten Subang dan melibatkan lebih dari 100 peserta yang berasal dari klub serta Askab/Askot PSSI di Jawa Barat.
Jaelani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan rangkaian program tersebut. “Terima kasih untuk semua pihak sepak bola Jawa Barat, juga pengurus PSSI Jawa Barat yang tetap mendukung program ini. Walau di masa jabatan PLT, tetap konsisten menjalankan program PSSI Jawa Barat,” tutur Jaelani.
Para juara Piala Soeratin Jabar 2026 tidak hanya membawa pulang gelar. Mereka juga berhak atas piala bergilir sebagai bentuk apresiasi sekaligus pemantik motivasi bagi atlet, pelatih, pembina, dan klub-klub sepak bola di Jawa Barat.
Bagi Jaelani, sepak bola memiliki peran lebih besar daripada sekadar pertandingan 90 menit. Sepak bola adalah alat pemersatu warga Jawa Barat. Dari lapangan hijau, lahir semangat untuk membangun generasi yang sehat, kuat, disiplin, dan memiliki etos kerja tinggi.
“Sepak bola menjadi media pemersatu warga Jawa Barat. Bersama membangun Jawa Barat yang sehat, kuat, dan punya etos kerja yang penuh semangat,” ujarnya.
Perjalanan Piala Soeratin Jabar 2026 diakui Jaelani belum berakhir. Para juara Zona Jabar kini bersiap membawa nama Jawa Barat ke panggung nasional. Tantangan berikutnya menanti pada Babak Zona Jawa yang akan digelar pada 26 September 2026.
Jika mampu melewati fase tersebut, perjalanan akan berlanjut menuju babak nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 10-18 Oktober 2026 di IKN, Kalimantan Timur. Jaelani berharap capaian tersebut dapat mengikuti jejak tim-tim Jawa Barat yang sebelumnya sukses di level nasional.
Sebelumnya, Tim U-10 dan U-12 telah menorehkan prestasi sebagai juara Grassroots Piala Presiden, sementara tim putri U-15 dan U-18 juga sukses berjaya di ajang Milk Life. “PSSI Jabar menargetkan prestasi tinggi, mencontoh tim U-10 dan U-12 sebagai juara Grassroots Piala Presiden, serta tim putri U-15 dan U-18 yang berjaya di HYDROPLUS Soccer League,” kata Jaelani.
Satu hal yang pasti, Jaelani menegaskan Piala Soeratin Jabar 2026 bukan lagi sekadar kompetisi. Ini telah menjadi perjalanan panjang untuk mempertemukan prestasi, budaya, pariwisata, UMKM, dan masa depan sepak bola Jawa Barat.
