Laga kontra Persik Kediri yang berakhir dengan kekalahan benar-benar menjadi pelajaran berharga bagi pelatih Milos Joksic. Menjamu Persik di Stadion Pakansari, Cibinong, Jumat (11-9-2026), Garudayaksa FC menyerah dua gol tanpa balas.
Padahal, sebelum laga dimulai, Garudayaksa FC bertekad mengamankan tiga angka pertama di BRI Super League 2026/2027. Target tersebut sangat wajar mengingat tim berjuluk Spirit of Garuda itu bermain di kandang, setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 kontra Java United di Stadion Jatidiri, Semarang.
Namun kenyataannya, Garudayaksa FC tampil kurang maksimal. Wahyu Prasetyo dkk. justru kalah dan nyaris tanpa peluang berarti, terutama di babak pertama. Pada babak pertama, tuan rumah sama sekali tidak mampu melepaskan tembakan yang benar-benar mengancam gawang lawan.
Milos Joksic tidak menampik bahwa anak asuhnya tampil jeblok. Hal ini tidak hanya terjadi saat menjamu Persik, tetapi juga saat bersua Java United FC. Menurut pelatih asal Serbia tersebut, apa yang tersaji di pertandingan jauh berbeda dari sesi latihan persiapan.
“Ini sudah terjadi untuk kedua kalinya dalam dua pertandingan terakhir. Dalam latihan semua terlihat baik-baik saja. Segala sesuatunya tampak seperti kami bisa melakukannya,” kata Milos Joksic.
Milos Joksic menilai pemain Garudayaksa FC masih terlihat kurang percaya diri yang berujung pada terjadinya kesalahan demi kesalahan. Ia melihat para pemain sering melakukan kesalahan dan tidak bertanggung jawab atas bola yang dimainkan.
“Tapi, saya rasa ini kurangnya rasa percaya diri. Mereka sering membuat kesalahan. Mereka tidak bertanggung jawab atas bola yang dimainkan. Mereka bersembunyi di belakang pemain saat Persik bermain sedikit lebih agresif terhadap kami. Kami juga sangat mudah kehilangan bola,” tutur Milos Joksic.
Mengingat kompetisi BRI Super League masih panjang dan persaingan ke depan akan semakin sengit, tim pelatih harus segera memperbaiki semua kesalahan, termasuk meningkatkan rasa percaya diri pemain.
“Saya harus jujur, kualitas kami masih kurang. Namun, ini harus kami perbaiki. Saya akan banyak mengubah hal-hal untuk sekarang karena saya merasa malu dengan penampilan di babak pertama dalam dua laga terakhir,” ujar pelatih berusia 58 tahun itu.
“Namun, percaya diri adalah hal yang harus kami kerjakan. Karena setiap kali ada pertandingan yang sangat ketat dan jarak antarpemain juga ketat, kami selalu kehilangan bola karena takut mengambil risiko. Risiko akan menjadi kesalahan. Itu tidak masalah bagi saya, tapi percaya diri harus dibangun lebih banyak lagi,” ujar mantan pembesut Muangthong United dan Uthai Thani tersebut.
Selanjutnya, Garudayaksa akan menantang raksasa Jawa Timur yang juga kampiun Piala Presiden 2026, Persebaya Surabaya, di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (19-9-2026).
