Persebaya Menang atas PSIM, Bernardo Tavares Akui Kesulitan Kalahkan 10 Pemain

Bajul Ijo akhirnya meraih kemenangan perdana. Mereka menang 1-0 atas PSIM di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (13/9/2026).

Namun, kemenangan tipis tersebut menyisakan cerita menarik dalam laga pekan kedua. Bermain menghadapi 10 pemain ternyata justru membuat Bajul Ijo kesulitan membongkar pertahanan lawan.

PSIM bermain dengan 10 personel sejak menit ke-50 setelah Adrian Purzycki menerima kartu merah. Meski unggul jumlah pemain, hal itu rupanya tidak membuat Persebaya bisa menjebol gawang tim tamu dengan mudah.

Persebaya justru tidak leluasa membongkar pertahanan tim tamu yang memilih bermain lebih dalam dan menutup ruang. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan bagi anak asuhnya sepanjang pertandingan.

Menurutnya, menghadapi tim yang kehilangan satu pemain tidak selalu membuat permainan menjadi lebih mudah. “Kadang-kadang jauh lebih sulit bermain 11 lawan 10 karena tim yang kekurangan pemain akan menutup ruang dan fokus bertahan total,” kata Bernardo Tavares.

PSIM memang lebih banyak mengandalkan pertahanan rapat. Situasi itu membuat pemain Persebaya harus mencari berbagai cara untuk menciptakan celah, mulai dari mengirim bola dari sisi sayap hingga mencoba memenangkan duel udara.

Namun, sejumlah peluang yang diperoleh Persebaya belum langsung membuahkan gol. Berbagai skema serangan yang dibangun Green Force beberapa kali kandas karena rapatnya barisan pertahanan PSIM.

Meski begitu, Tavares tetap menilai timnya pantas keluar sebagai pemenang. Pelatih asal Portugal itu melihat Persebaya memiliki volume serangan yang lebih besar sepanjang pertandingan. “Saya pikir kami menciptakan lebih banyak peluang, lebih banyak umpan silang, dan lebih banyak kesempatan menembak,” ucapnya.

Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya lahir melalui aksi Alex Martins. Penyerang Persebaya tersebut menjadi penentu kemenangan, meskipun kondisi fisiknya belum sepenuhnya ideal setelah sebelumnya mengalami cedera.

Tavares pun memberikan perhatian khusus terhadap kondisi Alex. Sang pelatih menyebut penurunan kondisi fisik mulai terlihat setelah penyerang tersebut bermain sekitar 30 hingga 35 menit, sehingga ia tidak ingin mengambil risiko dengan memaksanya bermain lebih lama.

Di balik gol kemenangan tersebut, Jefferson Silva juga memiliki peran penting. Bek Persebaya itu mencatatkan kontribusi pertamanya musim ini untuk membantu Alex Martins mencetak gol penentu kemenangan.

“Saya sangat senang bisa membantu tim dan saya berharap bisa memberikan lebih banyak bantuan lagi untuk tim,” tuturnya.

Kemenangan atas PSIM membuat Persebaya akhirnya mengoleksi tiga poin pada awal kompetisi. Bagi Tavares dan anak asuhnya, hasil itu menjadi modal penting untuk membangun momentum di Super League 2026/2027.

Terdekat, Persebaya akan kembali bertindak sebagai tuan rumah pada pekan ketiga. Mereka dijadwalkan menjamu tim promosi, Garudayaksa, pada Sabtu (19/9/2026).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *