BRI Super League: PSIM Ditunggu Madura United yang On Fire, Misi Memburu Kemenangan Perdana

PSIM belum mampu meraih kemenangan dalam dua pertandingan awal musim 2026/2027. Laskar Mataram baru mengoleksi satu poin dari dua laga yang telah dijalani. PSIM mengawali kompetisi dengan hasil imbang 1-1 saat melawan Persita Tangerang.

Terbaru, mereka menelan kekalahan 0-1 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (13/9/2026). Hasil tersebut membuat PSIM menempati urutan ke-12 klasemen sementara. Skuad Laskar Mataram memiliki perolehan poin yang sama dengan PSM Makassar dan Garudayaksa FC.

Tim Naga Jawa memiliki kesempatan untuk memburu kemenangan perdana. Terdekat, PSIM akan bersua Madura United pada pekan ketiga di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Jumat (18/9/2026).

Namun, duel kontra Madura United diprediksi tidak akan mudah bagi PSIM. Tuan rumah sedang dalam tren positif usai memetik kemenangan dalam dua laga beruntun, yakni 2-0 atas Persijap Jepara dan 3-1 atas PSS Sleman.

Kekalahan dari Persebaya menjadi bahan evaluasi bagi PSIM. Salah satu momen penting dalam laga tersebut adalah kartu merah yang diterima Laskar Mataram pada awal babak kedua.

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menilai permainan kedua tim berjalan cukup berimbang pada paruh pertama. Situasi berubah setelah PSIM harus bermain dengan 10 pemain.

“Babak pertama berjalan seimbang dan permainan berubah ketika kami mendapat kartu merah setelah menit ke-50. Setelah itu, kami harus bertahan lebih dalam karena kekurangan satu pemain dan adanya banyak umpan silang,” ujar Van Gastel.

“Saya rasa kami melakukannya dengan sangat baik, tetapi sayangnya ada satu peluang di mana Persebaya berhasil mencetak gol. Kemudian kami mencoba untuk menyamakan kedudukan, namun hal itu tidak terjadi,” lanjutnya.

Hasil imbang dan kekalahan dalam dua laga awal membuat PSIM belum berada di posisi yang diharapkan. Namun, Van Gastel tidak sepakat jika kondisi tersebut disebut sebagai masalah dalam timnya.

“Saya tidak mengerti apa yang Anda maksud dengan masalah. Ketika Anda bermain dengan 10 pemain, Anda bisa saja kalah dalam pertandingan. Jadi, mungkin Anda yang punya masalah?” katanya.

Sementara itu, kiper PSIM, Cahya Supriadi, mengakui laga melawan Persebaya berjalan cukup berat. Meski gagal membawa pulang poin, ia melihat timnya sudah memberikan perlawanan.

“Pertandingan ini cukup berat bagi kami, tetapi kami juga bisa memberikan perlawanan. Ke depannya, kami mungkin bisa tampil lebih baik lagi,” ucap penjaga gawang Timnas Indonesia itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *