BEKASI — Keputusan manajemen Semen Padang FC untuk menggelar laga kandang pekan kedua Grup A Championship 2026/2027 melawan PSIS Semarang di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, memicu gelombang kontroversi panas. Kepindahan markas sementara Kabau Sirah ke Pulau Jawa ini menuai protes keras, baik dari pendukung setia di Sumatera Barat maupun elemen suporter di Jabodetabek.
Pangkal masalahnya bermula saat kelompok suporter lokal Bekasi menyuarakan keberatan atas potensi bentrok antarsuporter. Mengingat rekam jejak rivalitas panas dan riwayat gesekan pendukung klub-klub besar yang kerap melintasi jalur Jakarta–Bekasi, keputusan menunjuk Patriot Candrabhaga dinilai sangat berisiko tinggi terhadap keamanan kota.
“Kami mempertanyakan izin kepolisian dan urgensi menggelar laga bertensi tinggi ini di Bekasi. Kenapa tim dari Sumatra harus menggunakan stadion di Jabar untuk laga home, sementara potensi konflik suporter di jalanan sangat rentan terjadi?” ujar salah satu perwakilan forum suporter lokal.
Gelombang Kekecewaan dari Ranah Minang
Tak hanya ditolak di daerah tujuan, keputusan ini juga membuat ribuan pendukung Semen Padang di Sumatra Barat merasa “dianak-tirikan”. Banyak fans menilai tim manajemen terlalu terburu-buru mengungsi ke Jawa ketimbang mengupayakan stadion alternatif di kawasan Sumatra yang lebih dekat dan terjangkau bagi para pendukung asli.
Beberapa poin utama yang memicu polemik ini di antaranya:
- Masalah Perizinan Keamanan: Kepolisian setempat dikabarkan masih mengevaluasi ulang izin keramaian dan mempertimbangkan opsi laga tanpa penonton (ghost match).
- Kerugian Bagi Fans: Pendukung Kabau Sirah yang berada di Padang merasa kehilangan hak menyaksikan laga kandang secara langsung.
- Potensi Sanksi Komdis: Pihak operator liga memperingatkan adanya sanksi denda berat jika panitia pelaksana (panpel) gagal mengantisipasi gesekan antar-kelompok suporter di luar area stadion.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Semen Padang FC dan panpel pertandingan masih terus berkoordinasi intensif dengan jajaran Polres Metro Bekasi Kota untuk memastikan apakah laga tetap dapat dihadiri penonton atau harus digelar tertutup demi keamanan.
