Pelatih Kim Gi-dong merespons kekalahan timnya pada matchday pertama Grup E AFC Champions League (ACL) Two 2026/2027. Bertindak sebagai tuan rumah, FC Seoul dipermalukan oleh Persib dengan skor 0-1 di Seoul World Cup Stadium, Seoul, pada Rabu (16/9/2026) malam waktu setempat.
Secara statistik, FC Seoul sebenarnya unggul mutlak atas Persib. Namun, calon juara Liga Korea Selatan itu tidak bermain efektif. FC Seoul juga melakukan rotasi pemain ketika melawan Persib.
Tim berjuluk Dark Red Warriors tersebut dilaporkan menurunkan beberapa pemain SMA dan semi-profesional. Pemain SMA yang dimaksud adalah pemuda dari Osan High School, bagian dari sistem pembinaan pemain muda FC Seoul atau yang biasa disebut FC Seoul U-18.
“Meski ada bagian yang masih kurang karena bahkan ada pemain SMA yang tampil dalam pertandingan, saya berharap mereka bisa bermain dengan berani dan percaya diri di lapangan,” ujar Kim Gi-dong sebagaimana dinukil dari media Korea Selatan, Chosun.
“Saya menyayangkan beberapa permainan yang terlihat sedikit tertekan dan kurang percaya diri, tetapi saya pikir mereka akan menjadi lebih baik jika mendapatkan pengalaman. Pada akhirnya, mereka mungkin bisa menjadi aset bagi Seoul,” jelasnya.
Kim Gi-dong, yang pernah menjadi tangan kanan Shin Tae-yong di Timnas Korea Selatan U-23 beberapa waktu lalu, memberikan penilaian terhadap penampilan para pemain mudanya.
“Para pemain ini adalah pemain yang harus menjadi bagian penting dari tim dan menjalankan peran mereka di masa depan. Sementara di Osan mereka merupakan pemain terbaik, sehingga mereka harus tetap memiliki kepercayaan diri,” ucapnya.
“Tetapi pada saat yang sama, mereka berada dalam situasi harus bersaing dan mengalahkan para pemain yang lebih senior. Sekarang, semuanya baru dimulai,” paparnya.
