Sejumlah kontestan masih memperlihatkan geliat dalam penambahan amunisi asing baru, meski kompetisi sudah bergulir. Borneo FC menjadi tim dengan amunisi paling melimpah, kendati performanya sejauh ini belum optimal.
Berdasarkan jadwal bursa transfer yang beredar, jendela transfer awal musim 2026/2027 yang telah dibuka sejak 28 Juli 2026 akan berlangsung hingga 21 September 2026. Hal ini berarti masih ada waktu bagi tim peserta yang ingin menambah amunisi mereka.
Menariknya, tidak semua tim dengan stok pemain asing melimpah mampu mencatatkan performa impresif di awal musim ini. Sebaliknya, minimnya jumlah pemain asing juga tidak lantas membuat peserta mudah ditaklukkan.
Lantas, bagaimana peta kekuatan amunisi asing milik klub-klub peserta BRI Super League 2026/2027? Apakah jumlahnya berbanding lurus dengan prestasi di awal musim ini? Berikut ulasannya.
Borneo FC tercatat sebagai kontestan dengan amunisi asing paling melimpah di BRI Super League 2026/2027. Pasalnya, tim berjuluk Pesut Etam ini mendaftarkan 16 pemain impor untuk bisa bersaing di kasta tertinggi.
Dari jumlah tersebut, 10 pemain di antaranya sudah tampil pada tiga laga awal. Sementara itu, enam pemain lainnya masih diparkir oleh Mauro Jeronimo.
Yang patut dicatat, Borneo FC baru saja merekrut dua amunisi tambahan ketika kompetisi sudah bergulir, yakni Carlos Patrick serta Daniel Mikolajewski. Borneo FC memang membutuhkan stok pemain yang melimpah pada musim ini.
Hal ini dikarenakan mereka tidak hanya berkompetisi di level lokal, tetapi juga di tingkat regional dan benua. Sebagai informasi, Borneo FC menjadi wakil Indonesia di ASEAN Club Championship 2026/2027 serta AFC Challenge League 2026/2027.
Mereka juga akan berpartisipasi dalam Piala Liga yang berlangsung musim ini. Meski demikian, performa Pesut Etam masih jauh dari harapan di level domestik.
Dari tiga pertandingan, mereka baru mampu meraih satu kemenangan dan mengalami dua kekalahan. Hasil ini membawa mereka terdampar di peringkat ke-10 klasemen sementara.
Persijap Jepara juga tercatat sebagai tim yang memiliki banyak amunisi asing pada musim 2026/2027. Laskar Kalinyamat setidaknya telah mendaftarkan 12 pemain asing agar bisa bersaing di kasta tertinggi.
Sebagian besar rekrutan Persijap berstatus sebagai pendatang baru. Mereka hanya mempertahankan satu nama dari musim lalu, yakni Jose Luis Espinosa Arroyo atau yang akrab disapa Tiri.
Sebelas pemain lainnya merupakan debutan di kompetisi sepak bola Indonesia. Saat kompetisi mulai bergulir, Persijap memperkenalkan dua nama baru, yaitu Sergio Chica dan Weyderson Denilson.
Kedua pemain tersebut sudah tampil meskipun baru bergabung. Menariknya, dua nama yang lebih awal didatangkan, yakni Vasko Kalezic serta Oumar Bah, hingga saat ini belum diturunkan oleh Laskar Kalinyamat.
Kendati memiliki banyak pemain asing, hal tersebut tidak menjamin Persijap bisa bersaing. Buktinya, Laskar Kalinyamat masih terdampar di zona merah klasemen karena kalah dalam dua pertandingan perdana BRI Super League.
Dari seluruh peserta, setidaknya terdapat dua klub yang memiliki jumlah amunisi asing paling sedikit. Keduanya adalah Persija Jakarta dan Garudayaksa FC, yang sejauh ini baru memiliki sembilan pemain impor.
Jika menilik komposisi pemain asingnya, Macan Kemayoran melakukan perombakan besar-besaran pada musim ini. Hanya ada satu nama yang dipertahankan dari musim lalu, yakni Fabio Colonego.
Hal ini berarti delapan pemain lainnya adalah pendatang baru yang direkrut Persija untuk menyusun kekuatan. Dari stok yang tersedia, Alexander Jeremejeff menjadi pemain yang paling bersinar karena sudah mencetak dua gol.
Persija memang cukup menarik untuk dicermati. Meski memiliki amunisi paling sedikit, Macan Kemayoran tetap bisa tampil impresif pada dua laga awal.
Anak asuh Shin Tae-yong tersebut berhasil menyapu dua laga dengan kemenangan, dan kini menempati peringkat keempat di klasemen sementara.
Sementara itu, Garudayaksa FC memilih racikan pemain asing berpengalaman dan pendatang baru. Tiga nama yang sudah pernah berkarier di Indonesia adalah Paulo Ricardo, Ryo Matsumura, hingga Najeeb Yakubu.
