Persebaya perlu mewaspadai perubahan komposisi saat kedua tim bertemu pada pekan ketiga. Tim promosi itu akan datang ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dengan membawa pemain baru yang berpeluang langsung diturunkan. Garudayaksa dijadwalkan menantang Persebaya di GBT pada Sabtu (19/9/2026).
Laga ini menjadi ujian berat bagi tim asuhan Milos Joksic yang belum meraih kemenangan dalam dua laga awal kompetisi. Garudayaksa baru mengoleksi satu poin setelah bermain imbang 1-1 kontra Java United FC pada pertandingan pembuka. Kemudian, mereka juga harus mengakui keunggulan Persik Kediri dengan skor 0-2 pada laga berikutnya.
Hasil tersebut membuat Joksic meminta anak asuhnya segera menunjukkan perubahan. Pelatih asal Serbia itu menilai penampilan Garudayaksa pada laga terakhir belum sesuai dengan harapan. “Pertandingan terakhir sangat mengecewakan. Sekarang suasana tim sudah lebih baik dan saya yakin kami bisa bermain bagus,” ujar Joksic.
Untuk memperkuat tim, Garudayaksa mendapat tambahan tenaga melalui kedatangan Jayro Jean dan Aleksandar Busnic. Kedua pemain tersebut bahkan masuk dalam rencana Joksic untuk menghadapi Persebaya di GBT. Situasi ini cukup menarik karena keduanya belum memiliki banyak waktu untuk beradaptasi dengan tim.
Namun, kondisi Garudayaksa FC membuat Joksic tidak memiliki banyak kesempatan untuk menunggu mereka benar-benar mencapai kondisi ideal. “Mereka sudah masuk dalam sistem. Saya sedikit khawatir mereka belum dalam kondisi fisik yang maksimal karena baru saja tiba, tetapi kami tidak punya waktu untuk menunggu,” kata Joksic.
Joksic tentu harus mempertimbangkan kondisi fisik kedua pemain tersebut. Memainkan pemain baru yang belum sepenuhnya bugar memiliki risiko, tetapi kehadiran mereka dapat memberikan pilihan tambahan bagi Garudayaksa saat menghadapi Persebaya.
Di sisi lain, Garudayaksa FC juga tidak dapat turun dengan kekuatan terbaik. Kapten mereka, Wahyu Prasetyo, mengalami cedera sehingga tidak bisa membantu tim dalam laga tandang ke Surabaya. Absennya Wahyu membuat Joksic harus kembali melakukan penyesuaian taktik.
Terlebih lagi, Persebaya memiliki keuntungan bermain di kandang dengan dukungan Bonek dan Bonita yang diperkirakan akan membuat atmosfer pertandingan semakin intens. Meski begitu, Joksic tidak ingin Garudayaksa hanya datang untuk bermain bertahan. Ia meminta pemain asuhannya memperlihatkan permainan yang lebih cepat dan agresif dibanding laga sebelumnya.
“Kami harus bermain jauh lebih baik dan lebih cepat dibanding laga sebelumnya,” tegas Joksic.
Garudayaksa memang membutuhkan hasil positif untuk mendongkrak posisi mereka di klasemen BRI Super League. Sebagai tim promosi, laga melawan Persebaya menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing saat menghadapi salah satu klub dengan tradisi besar di sepak bola Indonesia.
Sementara itu, Persebaya Surabaya memiliki modal kemenangan perdana setelah menundukkan PSIM Yogyakarta 1-0 pada pekan kedua. Bajul Ijo tentu ingin menjaga momentum tersebut di hadapan publik GBT.
Duel ini bukan sekadar pertemuan antara tim yang sedang mencari kemenangan. Persebaya ingin melanjutkan tren positif, sedangkan Garudayaksa membawa misi bangkit dengan dua pemain baru yang siap memberikan warna berbeda. Jika Jayro Jean dan Aleksandar Busnic benar-benar diturunkan, menarik untuk melihat sejauh mana dua rekrutan anyar itu mampu menyulitkan Persebaya di GBT.
