Indonesia Junior Soccer League Gelar Kompetisi Perdana Antar-SD U-9 dan U-11, Melibatkan Eks Pelatih Timnas Indonesia

IJSL mulai memperluas kompetisinya ke jenjang sekolah dasar (SD). Untuk pertama kalinya, IJSL menggelar kompetisi sepak bola antarsekolah dasar kategori U-9 dan U-11 yang berlangsung di Lapangan Sintetis Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang.

Kompetisi tersebut diikuti oleh 70 sekolah dari wilayah Jabodetabek dan Karawang. Sebanyak 30 tim mengambil bagian di kategori U-9, sedangkan 40 tim lainnya berlaga di kategori U-11. Menariknya, ajang ini melibatkan eks pelatih Timnas Indonesia di beberapa level usia, Indra Sjafri, yang bertindak sebagai Program Director di IJSL.

Indra Sjafri mengatakan bahwa IJSL sebelumnya telah lebih dulu berkiprah melalui kompetisi antarsekolah sepak bola (SSB) selama sekitar satu dekade. Menurutnya, kompetisi antarsekolah dasar ini menjadi langkah awal IJSL untuk memperluas pembinaan sepak bola usia dini.

Jabodetabek dipilih sebagai wilayah pilot project sebelum konsep tersebut dikembangkan ke daerah lain di Indonesia. “Untuk event ini, kita bikin antarsekolah dasar dan diikuti 70 sekolah. Apakah nanti dari event pertama ini kita akan memperbesar, nanti kita lihat. Cuma kita inginnya nanti antar-SD ini dilakukan di seluruh wilayah di Indonesia,” ujar Indra saat ditemui awak media.

Indra Sjafri kemudian menjelaskan bahwa pemilihan kelompok usia U-9 dan U-11 berkaitan dengan pembinaan pemain di level grassroots. Kelompok usia tersebut merupakan tahap awal sebelum pemain masuk ke jenjang pembinaan yang lebih tinggi.

“Kalau kelahiran yang 12 tahun ke bawah ini, pas di 2045 nanti usia-usia emasnya,” tutur Indra.

Mantan pelatih Timnas Indonesia U-23 itu juga mengingatkan agar orang tua, wasit, dan seluruh pihak yang terlibat dapat menciptakan lingkungan pertandingan yang nyaman bagi anak-anak. Menurutnya, orang dewasa memiliki peran penting dalam menjaga suasana kompetisi tetap sportif.

“Saya menimbau orang tua, wasit, dan panitia, sediakan wadah yang nyaman untuk mereka berkompetisi. Jangan kita, orang dewasa, mempertontonkan hal-hal yang tidak baik,” kata Indra.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara IJSL, Donny Octaviano, menjelaskan bahwa kompetisi berlangsung pada 19 September hingga 31 Oktober 2026. Pertandingan digelar setiap Sabtu dengan sistem kompetisi dalam beberapa tahap.

Kategori U-11 memiliki 40 tim yang dibagi ke dalam empat grup, sementara U-9 diikuti 30 tim yang terbagi dalam tiga grup. Setiap tim menjalani pertandingan dengan durasi 2×15 menit.

Donny mengatakan kompetisi ini tidak semata-mata mengejar gelar juara. Karena pemain masih berada pada usia sekolah dasar, perkembangan anak menjadi perhatian utama.

Tidak ada pertandingan perebutan tempat ketiga dalam ajang ini. Dua tim yang kalah di semifinal akan ditetapkan sebagai juara bersama.

“Kami bukan turnamen yang mementingkan mereka meraih pencapaian. Memang pencapaian penting, tapi untuk umur segini perkembangan itu yang lebih penting,” ujar Donny.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *