Musim lalu dan musim ini terasa sangat berbeda bagi Fabio Lefundes. Di bawah asuhannya, Borneo FC musim lalu menjelma menjadi kekuatan yang berbahaya, bahkan berhasil meraih kemenangan dalam 11 pertandingan beruntun.
Namun, situasi berbeda terjadi di BRI Super League 2026/2027. Fabio Lefundes belum mampu memberikan kemenangan bagi Java United. Pada pekan pertama, timnya hanya bermain imbang menghadapi Garudayaksa FC, lalu di pekan kedua tumbang menghadapi Persita, dan terakhir dibenamkan Persija dengan skor tipis 1-0.
Apa yang sebenarnya terjadi dengan Java United? Fabio Lefundes menjelaskan bahwa strategi yang coba diterapkan saat sesi latihan tidak berjalan maksimal di lapangan.
“Hasil pertandingan melawan Persija tidak menggambarkan apa yang kami lakukan di lapangan. Persija menciptakan satu peluang di babak pertama dan langsung berbuah gol,” jelasnya. Skema ketat yang diterapkan pada babak kedua juga tidak membuahkan hasil. David da Silva dkk hanya mampu mengimbangi permainan tanpa mampu menyamakan kedudukan.
“Kami sadar kalau sudah memutuskan untuk menekan pemain lawan di area mereka, tentu kita juga membuka ruang untuk terjadinya transisi. Sayang sekali kita tidak bisa keluar dari sini dengan hasil positif, tetapi kita melihat pemain di lapangan tetap berjuang hingga menit akhir,” ucapnya.
Masa jeda tiga pekan saat FIFA Matchday akan dimanfaatkan secara maksimal oleh mantan arsitek Madura United tersebut. Ia tidak ingin Java United kembali gagal meraih kemenangan, karena hasil imbang pun sepertinya bukan hasil yang diinginkan.
“Tidak ada lagi negosiasi untuk hasil seperti ini di pertandingan selanjutnya. Sekarang kita memasuki masa libur karena ada FIFA Matchday,” ujarnya. “Kami juga sedang mempersiapkan beberapa hal mengenai pemain-pemain baru yang didatangkan. Waktu ini cukup bagi kami untuk melakukan perbaikan agar nanti di pertandingan berikutnya kita bisa tampil lebih baik,” ungkapnya.
Sementara itu, pemain Java United, Yance Sayuri, mengakui masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi. Jeda tiga pekan ini diharapkan dapat meningkatkan kembali performa Java United sebelum menghadapi Borneo FC pada 11 Oktober mendatang.
“Terkadang, kami mungkin belum dapat mengimplementasikan apa yang sudah diterapkan saat latihan di lapangan. Ada satu atau dua hal yang seharusnya dilakukan pemain, tetapi tidak dilakukan,” bebernya.
“Secara pribadi, hal itu menjadi evaluasi untuk diri saya sendiri. Apakah saya sudah memberikan 100 persen dari apa yang diberikan pelatih kepada saya dan pemain lainnya atau belum. Jeda nanti bisa menjadi bahan evaluasi untuk saya ke depannya lagi. Semoga hasilnya jauh lebih baik dari tiga pertandingan ini,” tutupnya.
