MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Jakarta Raya Seri 1 2026/2027 menggelar laga puncak pada Minggu (20/9/2026). Juara baru telah muncul di Kingkong Arena, Jakarta Timur.
SDN Gedong 03 dan SDN Cipayung 02 berhasil menyabet gelar juara di MLSC Jakarta Raya Seri 1 2026/2027, masing-masing pada kategori KU10 dan KU12. Kompetisi ini diikuti oleh 1.928 atlet dari 111 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Sebanyak 53 tim berpartisipasi di KU10 dan 123 tim di KU12 yang bertanding di Lapangan Bola Brigif 1 dan Kingkong Soccer Arena, Jakarta Timur.
Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Welly Arisanto, menyebutkan bahwa penyelenggaraan MLSC Seri 1 2026/2027 di Jakarta kembali menunjukkan tingginya minat terhadap sepak bola putri usia dini sejak pertama kali digulirkan pada 2023 lalu.
Menurutnya, konsistensi ini menjadi sinyal bahwa MLSC telah memiliki basis yang kuat di sekolah dengan munculnya tim-tim baru di Seri 1 tahun ini. Selain itu, antusiasme orang tua dalam mendukung buah hati mereka bertanding menjadi tanda perkembangan ekosistem sepak bola putri yang semakin positif.
“Menurut saya luar biasa adalah dukungan orang tua ke peserta yang bertanding sangat antusias. Di setiap seri, di setiap kota pelaksanaan MLSC itu orang tua selalu berperan aktif dan itu penting sekali buat mental para pemain,” ujar Welly.
“Selain itu, secara kualitas permainan juga selalu ada perkembangan dari seri-seri sebelumnya sehingga terlihat ekosistem sepak bola putri di Indonesia semakin terbentuk, kompetisinya juga semakin bagus karena muncul sekolah-sekolah baru sebagai pemenang,” lanjutnya.
Partai final MLSC Jakarta Raya Seri 1 2026/2027 KU10 mempertemukan SDN Gedong 03 dengan UPTD SDN Mampang 1. SDN Gedong 03 berhasil menjadi juara usai menyudahi perlawanan UPTD SDN Mampang 1 dengan skor 3-0.
Pada babak pertama, SDN Gedong 03 sukses membukukan dua gol melalui penyerang andalan mereka, Keenar. Ia mencetak gol lewat eksekusi penalti pada menit ke-10 dan melakukan akselerasi melewati dua pemain belakang lawan sebelum mencetak gol pada menit ke-15.
Satu gol tambahan untuk SDN Gedong 03 terjadi di babak kedua melalui kaki Neha Rayadinata dengan memanfaatkan kemelut di depan gawang UPTD SDN Mampang 1 yang dikawal Adynda Kaysha Alazizah.
Sementara itu, upaya SDN Mampang 1 untuk mencetak gol melalui penyerang nomor punggung 9, Azka Bintang Salsabilla, tidak membuahkan hasil sehingga skor 3-0 bertahan hingga akhir pertandingan.
Pada laga selanjutnya, drama tersaji di final MLSC Jakarta Raya Seri 1 2026/2027 KU12 yang mempertemukan SDN Kebayoran Lama Selatan 19 melawan SDN Cipayung 02. SDN Cipayung 02 berhasil unggul cepat pada menit ketiga melalui Keisha Rizky Ramadani yang memanfaatkan sepak pojok dari pemain nomor punggung 10, Gildas Syauqillah.
Tak ingin menyerah begitu saja, SDN Kebayoran Lama Selatan 19 berbalik unggul berkat sepakan Maura Jihan Athifa pada menit keenam. Satu menit kemudian, Alesha Kaysha Salsabila mencetak gol sehingga membuat timnya unggul 2-1. Skor ini bertahan hingga akhir babak pertama.
Memasuki babak kedua, SDN Kebayoran Lama Selatan 19 mendapat perlawanan sengit dari SDN Cipayung 02. Gildas Syauqillah berhasil mencetak gol penyeimbang pada menit ke-19 melalui tendangan terukur ke sisi kanan gawang SDN Kebayoran Lama Selatan 19 yang dikawal oleh Deviana Azizah.
Setelahnya, tidak ada lagi gol yang tercipta sehingga pemenang harus ditentukan melalui babak adu penalti. Pada babak adu penalti, empat penendang dari SDN Cipayung 02 sukses menuntaskan tugasnya dengan sempurna.
Di sisi lain, SDN Kebayoran Lama Selatan 19 hanya berhasil mencetak dua angka dari empat penendang yang mendapat kesempatan. Wasit pun meniup peluit panjang saat penendang terakhir SDN Cipayung, Gildas, berhasil mengecoh kiper lawan dengan skor akhir 4-2 untuk keunggulan SDN Cipayung 02.
Gildas Syauqillah merasa puas karena sukses mencetak satu gol di babak final yang sekaligus menjadi penentu kemenangan timnya melalui adu penalti. Ia menyebut timnya sempat tampil gugup hingga kebobolan dua gol pada babak pertama.
Beruntung, arahan semangat dari tim pelatih di sisa waktu pertandingan mampu membangkitkan semangat rekan-rekan setimnya hingga berhasil menyamakan kedudukan dan meraih kemenangan melalui adu penalti.
“Pada babak pertama kami agak ragu karena lawannya banyak yang jago. Tapi pelatih meminta kami tetap semangat sampai akhir pertandingan dan akhirnya kami bisa menjadi juara karena kerjasama tim yang terus dilatih selama sekitar dua minggu persiapan,” kata pemain yang juga menyandang predikat Top Scorer MilkLife Soccer Challenge Jakarta Raya Seri 1 2026/2027 tersebut.
Official Tim SDN Cipayung 02, Khavidah, menyebut keberhasilan timnya menempati podium tertinggi KU12 MilkLife Soccer Challenge Jakarta Raya Seri 1 2026/2027 sudah sesuai dengan target yang dicanangkan sejak awal. Ia pun mengapresiasi kesiapan mental para pemain dalam menghadapi laga sulit di partai final melawan SDN Kebayoran Lama Selatan 19.
“Tim pelatih menginstruksikan jangan menyerah. Kami percaya para penendang penalti yang sudah kami latih sejak awal, mentalnya terbangun dengan sangat baik. Alhamdulillah kami bisa menang dan memenuhi target juara,” ujar Khavidah.
“Saya sangat senang dan bersyukur atas pencapaian tim di turnamen kali ini. Kami selalu ikut MLSC di Jakarta tapi biasanya hanya bisa sampai delapan besar. Tahun ini Alhamdulillah bisa sampai final bahkan jadi juara,” ucapnya.
Hadir di 15 kota, MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2026/2027 masih menerapkan format tujuh lawan tujuh tanpa aturan offside. Durasi pertandingan adalah 2 x 10 menit pada babak penyisihan hingga perempat final, serta 2 x 15 menit untuk laga semifinal dan final.
Terdapat perubahan pada KU10 yang sebelumnya menggunakan ukuran lapangan 40 x 24 meter. Kini, dimensi lapangan KU10 sama dengan KU12, yakni 42 x 26 meter.
Selain itu, regulasi batasan umur Kelompok Usia 10 tahun ditetapkan untuk kelahiran 1 Juli 2016 sampai 30 Juni 2018. Sementara itu, Kelompok Usia 12 tahun dapat diikuti oleh peserta kelahiran 1 Juli 2014 sampai dengan 30 Juni 2016.
Selain pertandingan tujuh lawan tujuh untuk KU10 dan KU12, MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2026/2027 juga kembali menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU8. Di Jakarta Raya, kegiatan ini diikuti oleh 76 siswi dari 21 SD dan MI.
Sejalan dengan itu, Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F. Tiago, menilai adanya perkembangan signifikan dalam kualitas permainan para peserta MLSC Seri 1 2026/2027. Peningkatan tidak hanya terlihat dari keberanian bermain, tetapi juga pada penguasaan teknik dasar dan pemahaman permainan yang lebih terstruktur.
“Melihat pertandingan yang sudah berjalan di MLSC seri 1 tahun ini, nampak ada sejumlah perkembangan dari kemampuan para peserta,” ujar Jacksen.
“Teknik dasar mereka semakin baik, lebih percaya diri saat menggiring bola, passing-nya semakin terarah, kontrolnya juga semakin bagus. Dan yang penting, mereka mulai mengerti cara bermain sebagai sebuah tim,” lanjutnya.
Menurut Jacksen, peningkatan tersebut tidak terlepas dari proses pembinaan berkelanjutan melalui kompetisi usia dini. Ia menilai keberadaan turnamen berjenjang memberikan pengalaman bertanding sekaligus membangun kebiasaan bermain sepak bola secara serius sejak usia muda.
Ia pun menilai target membawa timnas sepak bola putri Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia 2035 bukan sesuatu yang mustahil jika pembinaan usia dini dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Menurut saya, Bakti Olahraga Djarum Foundation telah berhasil membuat sepak bola putri benar-benar menggeliat dan kita sekarang mulai bisa melihat hasil dari proses itu,” ujar Jacksen.
“Kalau kompetisi seperti ini terus berjalan, saya yakin kualitasnya akan terus naik karena turnamen yang kita bangun bukan hanya pertandingan, tetapi kebiasaan dan karakter atlet untuk bermain sepak bola secara serius sejak dini. Itu yang nanti menjadi pondasi untuk perkembangan sepak bola putri Indonesia,” lanjutnya.
