Perjalanan ini akan dimulai dengan menghadapi lawan di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Jumat (25/9/2026). Laga perdana ini menjadi ujian awal bagi skuad Garuda sekaligus pertandingan yang menuntut konsentrasi penuh.
Pelatih Bangladesh, Thomas Dooley, mengakui kekhawatirannya dalam menghadapi Timnas Indonesia yang dinilainya semakin kuat belakangan ini. Ia menyebut materi pemain dan kualitas individu menjadi pembeda utama.
Dooley bukan sosok asing di sepak bola Asia Tenggara. Ia pernah menukangi Timnas Filipina pada periode 2014–2018 dan kembali pada 2022.
Saat memimpin The Azkals, Dooley mencatat satu kemenangan dan satu hasil imbang melawan Indonesia tanpa pernah mengalami kekalahan. Rekor tersebut diraih saat menang 4-0 di Piala AFF 2014 di Hanoi dan bermain imbang 2-2 pada Piala AFF 2016 di Bocaue.
“Saya baru saja berbicara dengan kapten saya sebelum kami masuk mengenai pertandingan yang kami mainkan melawan Indonesia sekitar delapan tahun yang lalu. Kami mengalahkan Indonesia 4-0. Kami mendominasi hampir setiap meter persegi di lapangan dan itu adalah pertandingan yang sangat menarik. Saya pikir itu adalah pertama kalinya kami menang melawan Indonesia,” cerita Dooley dalam jumpa pers di GBK, Kamis (24/9/2026).
Meski menyimpan memori manis bersama Filipina, Dooley tidak yakin bisa mengulang cerita yang sama bersama Bangladesh. Menurutnya, kekuatan Timnas Indonesia kini sudah sangat berbeda dibandingkan periode saat ia berhadapan dengan Garuda.
“Kehadiran banyak pemain naturalisasi telah mengubah skuad Garuda. Sekarang, kondisinya jelas jauh berbeda. Pertama-tama, ini bukan hanya karena faktor Bangladesh, tetapi saya pikir ini karena keterampilan dan kualitas pemain yang dimiliki Indonesia saat ini. Jadi, mereka adalah tim yang sangat sulit untuk dikalahkan,” ujar Dooley.
Ia juga menilai Indonesia kian disegani di Asia berkat kehadiran pemain berkaliber Eropa seperti Kevin Diks, Emil Audero Mulyadi, hingga Calvin Verdonk. Kehadiran nama-nama tersebut, menurut Dooley, mempertegas peningkatan kualitas di hampir semua lini.
Kehadiran pemain yang merumput di liga top Eropa membuat Dooley menilai Timnas Bangladesh akan sangat sulit mencuri kemenangan esok hari. “Ini pertandingan yang sangat sulit untuk dimainkan melawan Indonesia karena mereka memiliki beberapa pemain dari Belanda dan Jerman. Jadi, tim ini sangat berbeda dari saat saya bermain melawan mereka. Saya rasa kami tidak punya peluang.”
Dooley menegaskan bahwa komposisi pemain dengan pengalaman Eropa menjadikan Indonesia lawan yang berbeda dari tim yang pernah ia hadapi sebelumnya, sehingga peluang Bangladesh dinilainya sangat kecil.
