Di tengah gempuran pemain asing yang membanjiri kompetisi, eksistensi pemain lokal di kasta teratas ikut terkena imbas. Kebijakan atau regulasi 11 pemain impor di masing-masing tim membuat kesempatan pemain lokal untuk tampil kian tergerus. Seperti musim lalu, musim ini BRI Super League masih didominasi oleh pemain asing sebagai *starter*.
Oleh karena itu, jika ada tim yang masih memberikan kepercayaan kepada pemain lokal di deretan *starting XI*, pemain tersebut layak diacungkan jempol sekaligus diapresiasi tinggi. Menjadi *starter* di kompetisi sepak bola paling bergengsi di dalam negeri tentu tidak mudah, terlebih di tengah derasnya kedatangan pemain asing yang terus menggerus posisi pemain lokal.
Salah satu pemain lokal yang masih mendapatkan tempat spesial adalah Awan Setho Raharjo. Pemain asal Semarang berusia 29 tahun ini merupakan kiper utama tim kebanggaan warga Lampung, Bhayangkara FC. Musim ini, posisi Awan Setho Raharjo di bawah mistar belum tergantikan.
Kiper kelahiran 20 Maret 1997 itu tampil cemerlang dalam tiga laga yang semuanya berakhir tanpa kekalahan. Pada pekan pertama, Awan Setho Raharjo dkk. hampir mempermalukan tim kuat, Persebaya Surabaya, di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, sebelum akhirnya harus puas bermain imbang 1-1.
Pada laga kedua, Awan Setho Raharjo memiliki andil besar saat tim berjuluk The Guardians mencuri satu angka dari kandang Dewa United, setelah kedua tim memungkasi duel dengan skor 2-2. Terakhir, alumnus Deportivo Indonesia itu juga tampil memukau ketika pasukan Oscar Bruzon meraup tiga poin pertama usai mengalahkan Isenmulang FC dengan skor dua gol tanpa balas.
Manajemen sangat terkesan dengan kinerja Awan Setho Raharjo. Mengumpulkan lima poin dan bercokol di posisi kedelapan klasemen sementara tanpa kekalahan jelas bukan perjuangan yang enteng. Oleh karena itu, melalui media sosial resmi klub, manajemen dengan bangga melontarkan sanjungan setinggi langit kepada Awan Setho Raharjo.
“3 pertandingan, 270 menit bermain!” ujar Bhayangkara FC.
Awan Setho Raharjo bukan sekadar Spiderman tumpuan di palagan, tetapi juga merupakan *living legend*. Mantan pemain Bali United dan Persip Pekalongan tersebut sudah memperkuat Bhayangkara FC sejak 2017.
Di awal kariernya, Awan Setho Raharjo hanya menjadi penjaga gawang pilihan ketiga di bawah dua seniornya, Wahyu Tri Nugroho dan Rully Desrian. Seiring berjalannya waktu, ia terus meroket dan akhirnya didapuk menjadi penjaga gawang utama.
Berkat performanya yang moncer di Bhayangkara FC, Awan Setho Raharjo berhasil menembus Timnas Indonesia U-23 hingga berlanjut ke timnas senior. Kini, ia memberikan fokus 100 persen bersama The Guardians.
Jika musim lalu mampu finis di posisi kelima klasemen akhir BRI Super League 2025/2026, musim ini manajemen mematok target posisi tiga besar. Jelas ini bukan misi yang enteng. Namun, selama Awan Setho Raharjo konsisten tampil kinclong di bawah mistar, niscaya target tersebut dapat tercapai.
