Turnamen ini menjadi panggung bagi pemain muda Asia Tenggara untuk menunjukkan kapasitas mereka di level internasional. Wadah baru ini menawarkan kesempatan berharga bagi talenta regional untuk membangun reputasi pada skala yang lebih luas.
Situs FIFA menyoroti lima nama yang dinilai berpotensi mencuri perhatian di FIFA ASEAN Cup 2026. Mereka berasal dari Filipina, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Indonesia dengan karakter permainan yang berbeda.
Salah satu nama yang mencuat adalah Luke Vickery. Pemain berusia 20 tahun tersebut kini membela Indonesia usai memperoleh kewarganegaraan pada Juni lalu. Selain Vickery, daftar sorotan FIFA juga memasukkan Isaiah Alakiu dari Filipina, Pavithran Gunalan dari Malaysia, Dang Khoa Ngo dari Vietnam, dan Teerapat Pruetong dari Thailand.
Pada usia 17 tahun, Isaiah Alakiu diproyeksikan sebagai bagian penting bagi masa depan Filipina. Namanya mulai dikenal luas karena berada di bawah naungan klub Premier League, Brighton & Hove Albion. Berposisi sebagai bek tengah yang dapat beroperasi di sisi kanan, Alakiu dinilai FIFA memiliki kemampuan membaca permainan yang baik.
Ia juga mampu melepaskan umpan dengan kualitas yang menjanjikan. Catatan performa di level junior membuat Alakiu mulai dipandang sebagai salah satu calon fondasi lini belakang Filipina. Prospek ini menempatkannya dalam radar untuk ajang internasional mendatang.
Malaysia mengandalkan Pavithran Gunalan sebagai salah satu penyerang sayap muda yang patut diperhatikan. Winger berusia 21 tahun tersebut tampil impresif di Hyundai Cup dan berperan membantu Harimau Malaya mencapai semifinal. FIFA menggambarkan Gunalan sebagai pemain dengan perpaduan teknik dan kecepatan.
Kombinasi tersebut mendorong kontribusinya di sektor kreatif lini depan. Seiring peran yang kian besar, Gunalan berkembang menjadi salah satu sumber kreativitas penting dalam serangan Malaysia. Penampilannya di turnamen regional akan menjadi tolok ukur berikutnya.
Dari Vietnam, perhatian tertuju pada Dang Khoa Ngo yang berusia 20 tahun. Ia lahir dan besar di Australia dari orang tua Vietnam sebelum memutuskan pindah ke Vietnam untuk melanjutkan karier sepak bola. Ngo memperoleh kewarganegaraan Vietnam pada Mei lalu dan menjadi salah satu dari tiga pemain tanpa caps senior dalam skuad Kim Sang-sik.
Atributnya dinilai menjanjikan untuk memperkaya opsi menyerang. FIFA menilai kecepatan dan kemampuan dribel yang dimilikinya membuat Ngo menarik untuk disaksikan. Statusnya sebagai talenta menyerang muda menambah dimensi pada lini depan Vietnam.
Thailand membawa generasi mudanya lewat Teerapat Pruetong. Pemain berusia 19 tahun ini sudah cukup sering tampil di level junior dan dua kali mendapat kesempatan bersama tim senior dalam laga persahabatan. Dikenal sebagai winger kanan dengan kecepatan sebagai salah satu kekuatan utama, Teerapat menunjukkan konsistensi peran di sisi sayap.
Pergerakannya memberi ancaman dari area lebar lapangan. Saat ini, ia berkarier di Jepang bersama Hokkaido Consadole Sapporo dan mulai menjadi pemain reguler di kompetisi J2 League. Pengalaman di kompetisi tersebut menjadi modal berharga untuk ajang kawasan.
Luke Vickery menjadi wakil Indonesia dalam daftar lima pemain muda sorotan FIFA. Pemain kelahiran Australia tersebut mendapatkan kewarganegaraan Indonesia pada Juni lalu dan kini membela negara tempat neneknya dilahirkan.
Vickery memiliki fleksibilitas posisi karena dapat bermain di lini tengah maupun sektor depan. FIFA menilai ia memiliki keberanian menghadapi bek lawan, visi menciptakan peluang, serta kemampuan penyelesaian peluang yang baik.
ASEAN Cup 2026 menjadi kesempatan bagi Vickery untuk mencuri perhatian bersama Timnas Indonesia. Panggung regional ini dapat memaksimalkan potensi yang sudah ia tunjukkan.
