Sejumlah fakta menarik tersaji menjelang pertemuan melawan Malaysia pada pertandingan kedua Grup A. Sesuai jadwal, duel dua rival Asia Tenggara itu akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, pada Senin (28-9-2026) malam WIB.
Saat ini, Malaysia memuncaki klasemen Grup A setelah menekuk Bangladesh dengan skor 3-0 pada laga perdana. Sementara itu, Timnas Indonesia sukses mengalahkan Singapura dengan skor 2-0. Malaysia berada di posisi teratas karena unggul selisih gol atas Timnas Indonesia. Situasi tersebut membuat duel di SUGBK semakin menarik karena kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin.
Selain persaingan di klasemen, pertandingan antara Tim Merah Putih kontra Harimau Malaya juga menyimpan beberapa fakta menarik. Berikut adalah empat di antaranya.
Timnas Indonesia dan Malaysia tercatat telah bertemu sebanyak 85 kali. Artinya, duel di SUGBK nanti akan menjadi perjumpaan ke-86 kedua tim sepanjang sejarah. Dalam rekor tersebut, Malaysia sedikit lebih unggul dengan 34 kemenangan, sedangkan Timnas Indonesia mencatatkan 33 kemenangan. Adapun 18 pertandingan lainnya berakhir imbang.
Persinggungan pertama kedua negara tercatat pada 7 September 1958 dalam ajang Piala Merdeka. Jika berhasil mengalahkan Malaysia pada bentrokan nanti, Timnas Indonesia akan menyamai catatan kemenangan sang rival dalam rekor pertemuan sepanjang sejarah.
Laga Timnas Indonesia melawan Malaysia juga menjadi panggung adu strategi antara pelatih John Herdman dan Tan Cheng Hoe. Herdman memiliki pengalaman panjang di level internasional, salah satunya adalah mengantarkan Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 usai penantian 36 tahun.
Di kubu Malaysia, Tan Cheng Hoe berstatus sebagai pelatih interim. Ia bukan sosok asing karena pernah menangani Harimau Malaya pada periode 2018-2022. Saat memimpin Timnas Malaysia sebelumnya, Tan Cheng Hoe dua kali membawa timnya mengalahkan Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Pertemuan kali ini sangat dinantikan karena kedua pelatih tentu sudah menyiapkan taktik masing-masing untuk membawa timnya meraih kemenangan dan menjaga peluang lolos ke final.
Pertandingan Timnas Indonesia versus Malaysia juga memperlihatkan perbedaan mencolok jika meninjau nilai pasar pemain kedua kesebelasan. Dari seluruh pemain yang dibawa John Herdman, total nilai pasarnya mencapai 21,84 juta euro atau setara dengan Rp379,53 miliar.
Sementara itu, total market value seluruh pemain Malaysia berada di angka 7,25 juta euro atau sekitar Rp126,02 miliar. Dengan demikian, nilai pasar Tim Garuda tiga kali lebih besar dibandingkan Harimau Malaya.
Komparasi nilai pasar juga terlihat ketika membandingkan pemain dengan harga tertinggi di masing-masing tim. Di kubu tuan rumah, Kevin Diks menjadi pemain dengan nilai pasar teratas. Bek Borussia Monchengladbach tersebut memiliki market value sebesar 5 juta euro atau sekitar Rp102,1 miliar.
Adapun Malaysia mempunyai dua pemain dengan market value tertinggi, yakni Dion Cools dan Arif Aiman. Keduanya dibanderol 700 ribu euro atau setara Rp14,3 miliar. Perbedaan tersebut kembali menunjukkan kontras nilai pasar antara kedua skuad yang akan bertanding di SUGBK, namun angka-angka itu tidak secara langsung menentukan hasil pertandingan di lapangan.
