Macan Putih terus menambah kekuatan baru menjelang penutupan jendela transfer pertama musim 2026/2027. Kabar terbaru menyebutkan bahwa klub ini mendatangkan Muhammad Badrian Ilham dan Marselinus Ama Ola.
Berdasarkan jejak karier di klub sebelumnya, kedua sosok muda ini memiliki jam terbang yang mumpuni. Apalagi, mereka merupakan tipe pemain yang mampu bermain di lebih dari satu posisi.
Badrian Ilham direkrut dari klub Pegadaian Championship, Persis Solo. Meskipun posisi naturalnya adalah gelandang bertahan, pemain kelahiran 11 Juni 2002 ini juga bisa menempati posisi gelandang serang dan tengah.
Ia tercatat membela Persita selama tiga musim dalam rentang 2023–2025 dan telah berpengalaman bermain di tiga posisi berbeda di sektor tengah. Rekor penampilannya bersama Pendekar Cisadane juga cukup bagus dengan koleksi satu gol dan dua assist dari total 34 pertandingan. Catatan ini tergolong apik bagi Badrian Ilham yang saat itu usianya masih menginjak 20 tahun.
Sementara itu, nama Marselinus Ama Ola mulai dikenal publik sepak bola nasional saat ia menjadi anggota Timnas Indonesia U-20 asuhan pelatih Indra Sjafri di Piala AFF U-19 2024. Meskipun posisi naturalnya adalah sayap kanan, pemain asal NTT berusia 21 tahun ini juga mampu bermain di posisi sayap kiri dan penyerang tengah.
Bergabungnya Badrian Ilham dan Marselinus Ama Ola menambah panjang daftar pemain muda di skuad Persik Kediri. Selain keduanya, terdapat pemain seperti kiper Husna Al Malik (23 tahun), Daffa Salman (24), Dimas Pamungkas (22), Zanadin Fariz (22), Fransiskus Alesandro (24), Rendy Sanjaya (22), Althaf Alrizky (23), dan Dzaky Asraf (23).
Direktur Olahraga Persik Kediri, Razzi Taruna, mengungkapkan bahwa perekrutan ini telah melalui proses pemantauan yang panjang dan matang. “Kehadiran mereka merupakan bagian dari rencana klub untuk membangun tim yang kompetitif jangka panjang. Badrian Ilham dan Ama Ola memiliki kualitas, karakter, dan visi yang sesuai dengan Persik Kediri,” katanya.
Hal ini dilakukan mengingat musim ini PSSI dan I.League menggelar kembali kompetisi lintas divisi bertajuk League Cup. Oleh karena itu, Persik Kediri harus menyesuaikan kebutuhan tim dengan kompetisi yang akan mereka arungi.
“Kami percaya keduanya tidak hanya menambah kedalaman skuad tim Macan Putih, tetapi juga memberikan dampak positif bagi performa tim. Karena musim ini kita akan terjun di Super League dan League Cup,” jelasnya.
