Mantan pelatih U-23 memberikan penilaian kepada Timnas senior setelah hasil imbang dalam laga tersebut. Bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-38 akibat Thom Haye dikartu merah oleh wasit, Timnas Indonesia ditahan imbang 0-0 oleh Malaysia dalam laga kedua Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, pada Senin (28/9/2026).
“Nilai saya 7,5 untuk mental dan 6 untuk sistem,” ujar Indra Sjafri dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (29/9/2026). “Kalau dengan sepuluh pemain sejak menit ke-37 sampai ke-90 lebih, kita tidak kebobolan, itu luar biasa. Itu menunjukkan mental dan perjuangan yang sangat kuat,” kata Indra Sjafri.
Namun, Indra Sjafri tidak ingin hasil imbang tersebut membuat evaluasi terhadap sistem pertahanan berhenti. Ia menilai dalam kondisi kehilangan satu pemain, Timnas Indonesia memang harus melakukan penyesuaian formasi.
Meski demikian, menurutnya ke depan Timnas Indonesia perlu memiliki mekanisme bertahan yang tetap memungkinkan pemberian tekanan kepada lawan, bukan semata-mata bertahan semakin dalam.
“Untuk sistem saya beri enam. Kenapa? Karena kita lebih banyak bertahan dan menumpuk pemain di belakang. Itu memang bisa menjadi solusi dalam situasi seperti ini, tetapi masih ada yang harus kita perbaiki,” tutur Indra Sjafri.
Indra Sjafri menilai pola bertahan rapat tersebut memang efektif untuk menyelamatkan hasil pertandingan dalam situasi darurat. Namun, ia berharap pengalaman melawan Malaysia dapat menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi pertandingan ke depan.
“Yang paling penting, saya memberikan apresiasi kepada pemain. Mereka berjuang, disiplin, dan tidak menyerah. Itu harus kita hargai,” ucap Indra Sjafri.
“Setelah itu baru kita evaluasi. Bagaimana kalau menghadapi lawan dengan kualitas yang berbeda? Bagaimana ketika kita kehilangan satu pemain? Bagaimana tim tetap bisa keluar dari tekanan dan melakukan? Itu yang harus terus dikembangkan.”
“Jadi saya puji perjuangannya. Mental pemain luar biasa. Tetapi jangan berhenti di situ. Kita harus belajar dari pertandingan ini supaya sistem kita semakin matang,” terang Indra Sjafri.
