Evaluasi Lini Per Lini Timnas Indonesia di 2 Laga FIFA ASEAN Cup 2026: Tengah dan Depan Melempem

Timnas Indonesia telah memainkan dua pertandingan di Grup A. Dari hasil tersebut, Skuad Garuda meraih satu kemenangan dan satu hasil imbang. Pada laga perdana, Kevin Diks dkk. menang 2-0 atas Singapura. Sementara itu, Tim Garuda ditahan imbang tanpa gol oleh Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin (28-9-2026).

Hasil tersebut membuat Timnas Indonesia mengoleksi empat angka. Mereka saat ini berada di posisi kedua klasemen sementara dengan jumlah poin yang sama dengan Malaysia, namun kalah dalam selisih gol. Selanjutnya, Timnas Indonesia akan ditantang Bangladesh di SUGBK pada Kamis (1-10-2026) malam WIB.

Laga tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi Skuad Garuda untuk mengamankan tiket final. Lantas, seperti apa evaluasi lini per lini Timnas Indonesia setelah melalui dua pertandingan awal? Berikut ulasan lengkapnya.

Kekuatan Timnas Indonesia tampak terletak pada lini belakang jika melihat penampilan mereka di dua pertandingan selama turnamen ini. Pelatih John Herdman masih mengandalkan trio Kevin Diks, Elkan Baggott, dan Justin Hubner sebagai *starter*. Ketiganya tampil solid, terutama saat menghadapi Malaysia.

Kevin Diks tidak hanya disiplin dalam menjalankan tugas bertahan. Pemain berusia 29 tahun itu juga kerap membantu serangan dengan melakukan penetrasi dari sisi kanan. Sementara itu, Elkan Baggott bermain tenang di jantung pertahanan. Bek jangkung tersebut beberapa kali melakukan intersep penting untuk memutus serangan lawan.

Justin Hubner juga menunjukkan permainan yang agresif. Ia memiliki peran penting dalam menjaga pertahanan Indonesia, termasuk saat melakukan penyelamatan krusial sebagai pemain terakhir saat melawan Malaysia. Di bawah mistar, Maarten Paes turut memberikan rasa aman dengan tampil sigap mengamankan gawang Indonesia. Berkat performa tersebut, Timnas Indonesia mampu mencatat dua *clean sheet* dalam dua laga.

Lini tengah menjadi salah satu sektor yang masih membutuhkan perhatian. Permasalahan ini semakin terlihat saat Timnas Indonesia bersua Malaysia. John Herdman menurunkan Thom Haye sejak menit pertama, namun sayangnya ia harus meninggalkan lapangan lebih awal usai diganjar kartu merah pada babak pertama.

Sebelum diusir wasit, Haye sempat memberikan kontribusi dalam membangun serangan. Salah satunya ketika penetrasinya menghasilkan sepak pojok untuk Timnas Indonesia. Namun, persoalan terbesar Timnas Indonesia bukan hanya soal kartu merah Haye.

Secara kolektif, lini tengah Skuad Garuda masih belum optimal. Jarak antarlini pada beberapa momen terlihat terlalu jauh. Kondisi itu membuat koneksi antara lini tengah dan depan tidak berjalan maksimal, sehingga pemain depan kesulitan mendapatkan suplai bola berkualitas.

Joey Pelupessy dan Dean James tetap memberikan kontribusi di lini tengah. Namun, produktivitas serta koneksi antarlini menjadi aspek yang perlu dibenahi John Herdman sebelum menghadapi Bangladesh.

Sektor depan juga menjadi pekerjaan rumah bagi Timnas Indonesia sejauh ini. Produktivitas Skuad Garuda masih jauh dari kata memuaskan karena baru mencetak dua gol dari dua pertandingan. Gol tersebut lahir melalui aksi Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny saat melawan Singapura.

Romeny mencatatkan namanya melalui titik putih. Sementara itu, Luke Vickery mencatatkan satu *assist* setelah memberikan umpan kepada Oratmangoen untuk membuka keunggulan Garuda atas Singapura.

Namun, kontribusi lini depan belum sepenuhnya maksimal ketika menghadapi Malaysia. Skuad Garuda kesulitan menciptakan peluang bersih dan beberapa kali serangan terhenti sebelum memasuki area berbahaya. Romeny sempat memiliki sejumlah peluang, tetapi belum mampu menambah koleksi golnya, sedangkan Mitchell Baker belum mampu menunjukkan taji di lini depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *