John Herdman harus menjaga keseimbangan lini tengah saat menghadapi Bangladesh pada partai terakhir di SUGBK Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam WIB. Sektor vital Timnas Garuda ini terganggu akibat absennya Thom Haye menyusul kartu merah pada pertandingan melawan Malaysia sebelumnya. Pelatih asal Inggris tersebut harus memastikan alur serangan Timnas Indonesia tetap mengalir deras.
Timnas Indonesia tidak hanya dituntut untuk menang, tetapi juga harus mengejar agregat gol besar guna bersaing dengan Malaysia menuju partai puncak turnamen ini. Sebagai solusi terbaik, menurut Gusnul Yakin, tim harus menurunkan Nathan Tjoe-A-On sejak menit awal. Pemain klub Eredivisie Belanda, Willem II Tilburg ini, memiliki agresivitas tinggi saat menyerang.
“Dari stok pemain yang ada, Nathan Tjoe-A-On jadi pilihan terbaik untuk mengisi posisi Thom Haye. Dia tidak hanya agresif dalam menyerang, tetapi juga rajin turun membantu serangan. Jadi, keseimbangan lini tengah tetap solid,” kata Gusnul Yakin.
Dengan masuknya Nathan Tjoe-A-On, Joey Pelupessy dan Ivar Jenner akan berkolaborasi sebagai gelandang bertahan guna memfilter serangan Bangladesh. Menurut pengamatan pengamat sepak bola senior yang berdomisili di Malang ini, Nathan Tjoe-A-On juga memiliki visi tendangan bebas yang bagus.
Gusnul Yakin menilai dalam dua pertandingan sebelumnya, Timnas Indonesia belum maksimal dalam memanfaatkan skema bola mati. “Set piece atau bola mati adalah salah satu cara untuk mencetak gol. Nathan Tjoe-A-On punya kualitas itu. Eksekusi tendangannya dari area permainan dan sepak pojok sering kali berbahaya,” jelasnya.
Pada dua pertandingan sebelumnya, pemain berusia 24 tahun ini baru tampil selama total 53 menit, yakni 45 menit saat melawan Singapura dan delapan menit saat kontra Malaysia.
“Nathan Tjoe-A-On bisa mengimbangi pemain Bangladesh yang rata-rata masih muda. Prediksi saya, Bangladesh akan mengajak Timnas Indonesia bermain cepat dan adu stamina,” tutur mantan gelandang Timnas Indonesia ini.
