Pelatih membutuhkan solusi jitu untuk mengatasi absennya Thom Haye saat melakoni laga krusial kontra Bangladesh pada partai terakhir Grup A. Absennya Thom Haye bakal memengaruhi kreativitas Timnas Indonesia dalam duel yang akan bergulir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Kamis (1-10-2026) pukul 19.30 WIB.
Pengamat sepak bola nasional, Octavery Krisnandana, menjelaskan bahwa hilangnya Thom Haye sangat terasa ketika menghadapi Malaysia. Di laga tersebut, gelandang Persib Bandung itu harus meninggalkan lapangan lebih awal akibat kartu merah yang diterimanya pada menit ke-37.
“Yang paling berpengaruh tentu kartu merah Thom Haye itu. Karena jika kita melihat dari *line-up*-nya, dia adalah pemain paling kreatif. Jadi, jika dia hilang, hal itu pasti langsung mengubah banyak hal karena pemain paling kreatifnya hilang,” ujar Octavery saat dihubungi, Rabu (30-9-2026).
Menurut pria yang kini bertugas sebagai analis tim Kendal Tornado FC itu, absennya Thom Haye menjadi salah satu faktor kebuntuan Skuad Garuda, terlepas dari sistem permainan Harimau Malaya yang sangat *compact* saat bertahan.
“Kalau bisa dibilang Timnas Indonesia buntu, ya memang buntu karena kreatornya hilang. Selain itu, kita mesti memberi respek juga pada sistem yang digunakan Malaysia karena itu sistem yang sangat bagus, sangat *compact*, dan sangat rapat,” ulasnya.
“Membongkar sistem itu memang tidak mudah, bahkan dengan 11 pemain saja belum tentu mudah. Jadi, saya bilang Thom Haye sangat berpengaruh,” imbuh mantan analis Barito Putera tersebut.
Selepas Thom Haye keluar menjelang berakhirnya babak pertama, John Herdman langsung merespons situasi ini. Rangar Oratmangoen ditarik pada menit ke-42 untuk memainkan Ivar Jenner.
Dengan pergantian itu, Skuad Merah Putih mengubah formasi menjadi 4-4-1. Namun, menurut Octavery, perubahan semacam ini memang tidak mudah untuk diterapkan secara instan.
“Nomor dua, yang jelas adalah apa yang harus diubah. Mungkin perlu waktu karena dalam pertandingan seperti kemarin, situasinya tidak bisa terprediksi. Jadi, kartu merah sudah terjadi,” kata eks analis yang membantu Bima Sakti di Piala Dunia U-17 2023 itu.
“Kemudian saat bermain dengan 10 orang, pemain di lapangan harus memutuskan apa yang mesti dilakukan. Itu bukan hal yang mudah untuk diubah langsung di tengah pertandingan, misalnya saat mengubah formasi,” tambahnya.
Menghadapi Bangladesh di laga pamungkas, John Herdman tampaknya membutuhkan alternatif pemain lain yang bisa dimaksimalkan untuk mengatasi absennya Thom Haye. Octavery menyebut, dibutuhkan sosok pemain yang memiliki kemampuan individu.
“Sebenarnya kreativitas itu bisa muncul dari satu individu pemain yang mungkin bisa membuat perbedaan. Contohnya, memberikan pemain yang bisa melakukan *dribble*. Banyak pemain lokal yang memiliki kemampuan *dribble* seperti itu. Itu salah satu contohnya,” ujarnya.
“Atau mungkin dari pola *passing* tertentu. Pola *passing* ini biasanya memang butuh waktu karena ini tim nasional. Bahkan pada zaman Coach Shin, masih ada waktu untuk bisa beradaptasi dengan pola *passing*-nya,” lanjutnya.
Dua opsi yang saat ini tersedia, yakni Egy Maulana Vikri dan Rizky Eka Pratama, dinilai layak mendapatkan kesempatan. Sebelumnya, kedua pemain tersebut hanya menjadi penghangat bangku cadangan pada duel melawan Singapura dan Malaysia.
“Saat ini kondisinya sudah berbeda. Jika alternatif pemain lokal banyak, misalnya Egy atau Rizky, mereka bisa menjadi opsi. Tapi, itu kembali lagi kepada keputusan tim pelatih,” pungkasnya.
