Raja Isa Sebut Timnas Indonesia Memicu Negara Lain di ASEAN Serius Berbenah Diri: Hidup Itu Dinamis

Raja Isa Raja Akram Shah memiliki pandangan menarik terkait persaingan sepak bola pada tahun 2026. Ia menilai kemajuan sepak bola di kawasan ini cukup pesat, terutama berkat progres signifikan dari negara-negara “The Big Five” seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Bahkan, Filipina pun tidak mau kalah dari negara-negara tetangga di kawasan regional tersebut.

Pengamat sepak bola asal Malaysia ini menyebut bahwa proyek naturalisasi yang dilakukan secara masif oleh PSSI memicu negara-negara lain untuk turut serius membenahi skuad nasional mereka. “Hidup itu dinamis dan harus terus maju ke depan, baik secara individu maupun kolektif, termasuk di cabang sepak bola. Ketika PSSI punya proyek ambisius menaturalisasi pemain heritage, negara lain pasti tidak mau ketinggalan. Nah, inilah yang sekarang sedang terjadi di Asia Tenggara,” katanya.

Raja Isa menjelaskan bahwa Indonesia memiliki keuntungan yang tidak dimiliki negara ASEAN lainnya, yaitu jumlah penduduk yang besar dan tersebar di berbagai belahan dunia. “Indonesia sudah berupaya keras menarik bakat diaspora untuk menjadi pemain Timnas Indonesia. Indonesia punya banyak bakat di luar negeri karena perpindahan WNI hampir ada di seluruh dunia. Indonesia sudah berada di jalur yang benar, tetapi harus lebih maksimal lagi. Jika stagnan, maka negara lain akan menyalip mereka,” jelasnya.

Dampak dari kebijakan Indonesia tersebut membuat negara-negara seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia sebagai rival utama harus membangun kekuatan mereka. “Terutama Vietnam dan Thailand sebagai kekuatan utama ASEAN harus menyaingi Indonesia. Begitu pula Malaysia sebagai musuh bebuyutan,” ujarnya.

Pria keturunan Bugis ini berharap Timnas Indonesia dapat mengambil pelajaran dari FIFA ASEAN Cup 2026. “Saya kira karena Timnas Indonesia mayoritas menggunakan pemain diaspora, mereka merasa lebih hebat. Tapi faktanya, Singapura bisa memberikan perlawanan. Bahkan dari hasil imbang melawan Malaysia kemarin, saya menilai kekuatan mereka setara dengan Indonesia. Ini yang harus disadari oleh para stakeholder sepak bola Indonesia,” paparnya.

Sementara itu, lanjut mantan pelatih PSM dan Persipura ini, Timnas Indonesia belum menghadapi Vietnam dan Thailand yang berada di Grup B Divisi 1. Kedua negara itu, menurut Raja Isa, juga mengalami perubahan yang cukup signifikan, baik dari materi pemain maupun cara bermain mereka.

“Jika Timnas Indonesia lolos ke fase berikutnya, baik itu di final atau perebutan tempat, mereka akan bertemu Vietnam atau Thailand. Saya kira kualitas kedua negara ini berada di atas Singapura dan Malaysia,” kupasnya.

Prestasi Timnas Indonesia yang berhasil melaju hingga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 lalu juga menjadi pemacu semangat bagi para raksasa ASEAN untuk bangkit. “Meski tanpa trofi, prestasi Timnas Indonesia dalam dua tahun terakhir adalah yang terbaik di ASEAN. Lolos sampai putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia lalu pasti membuat negara lain iri. Jadi, Indonesia harus terus maju agar tidak tiba-tiba disalip oleh negara lain,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *