Gavin Lee Ungkap Biang Keladi Singapura Dibantai Malaysia 0-6: Terlalu Terbuka karena Kejar Gol

Pelatih Singapura, Gavin Lee, mengungkap alasan timnya kalah telak 0-6 dari Malaysia pada laga tersebut. Gavin Lee menilai Singapura sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup baik.

Bahkan, The Lions mampu bangkit setelah Malaysia mendapatkan penalti pada awal laga. Namun, situasi berubah setelah Malaysia mencetak gol berikutnya.

Gavin Lee menyebut gol tersebut lahir dari salah satu dari sedikit peluang yang dimiliki Harimau Malaya saat itu. “Kami memulai pertandingan dengan baik. Kami bangkit dengan baik setelah penalti di awal laga. Kemudian gol lainnya tercipta dari salah satu dari sedikit percobaan yang mereka miliki,” ujar Gavin Lee.

Pelatih Singapura itu juga menilai anak asuhnya tetap berusaha memberikan tekanan dan masuk ke kotak penalti Malaysia. Akan tetapi, agresivitas tersebut membuat ruang di belakang pertahanan Singapura terbuka.

“Kami terus menekan. Lucunya, saya merasa hari ini kami lebih sering masuk ke kotak penalti dibandingkan Bangladesh,” katanya.

Gavin Lee memahami Malaysia datang dengan motivasi tinggi untuk mencetak sebanyak mungkin gol. Situasi tersebut membuat Singapura harus mengambil risiko demi terus berusaha mencetak gol balasan.

“Kami berhadapan dengan tim yang sangat termotivasi berdasarkan selisih gol, jadi kami tahu apa yang mereka coba lakukan. Namun, di saat yang sama, kami meninggalkan celah terbuka karena terus berusaha menekan,” tutur Gavin Lee.

Menurutnya, ketika sebuah tim bermain dengan garis pertahanan tinggi dan kehilangan ruang di belakang, risiko kebobolan menjadi semakin besar. Terlebih, Malaysia memiliki motivasi untuk terus mencari gol.

“Ketika Anda bermain tinggi dan kehilangan ruang di belakang saat melawan tim yang termotivasi dan ingin mencetak gol, kami terhukum dalam beberapa hal,” ujar Gavin Lee.

Meski tertinggal jauh, Singapura tetap mencoba mencetak gol. Gavin Lee menegaskan bahwa mentalitas tersebut menjadi alasan timnya terus bermain menyerang meski sudah tertinggal 0-2 maupun 0-3.

“Kami berusaha mencetak gol balasan karena tahu bahkan saat tertinggal 2-0 atau 3-0, kami harus mencetak gol balasan agar tetap bertahan di permainan. Itulah pola pikir dan mentalitas kami,” jelasnya.

Namun, pendekatan tersebut pada akhirnya membuat pertahanan Singapura semakin terbuka. Malaysia mampu memanfaatkan ruang yang ditinggalkan dan mencetak gol demi gol hingga pertandingan berakhir dengan skor 6-0.

“Sayangnya, mungkin kami menyisakan lini belakang yang terlalu terbuka sehingga kami terhukum,” pungkas Gavin Lee.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *