Gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar, menyambut positif keberhasilan Timnas Indonesia melaju ke babak final. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi momentum penting bagi sepak bola Indonesia untuk mencetak sejarah di kawasan Asia Tenggara.
Dedi menilai keberhasilan Indonesia menembus partai final membuka peluang bagi tim Garuda untuk melepas label “raja runner-up” yang selama ini melekat. “Ini kabar bagus buat persepakbolaan Indonesia. Apalagi kami tahu bahwa Indonesia sering disebut ‘raja runner-up’,” kata Dedi Kusnandar di Bandung, Jumat (2/10/2026).
Menurut Dedi, partai final bukan sekadar pertandingan untuk memperebutkan trofi, melainkan kesempatan bagi Indonesia untuk membuktikan diri dan mengukir sejarah sebagai yang terbaik di ASEAN. “Ini kesempatan kita untuk membuktikan, untuk membuat sejarah, dan untuk bisa menjadi nomor satu di ASEAN,” tegas Dedi.
Pemain yang akrab disapa Dado ini juga berharap Indonesia mampu memaksimalkan kesempatan tersebut, termasuk saat menghadapi Thailand di partai puncak. “Apalagi ini event pertama mungkin di ASEAN. Kita bisa memaksimalkan pertandingan final ini setelah lolos melawan Thailand,” tutur eks gelandang Timnas Indonesia ini.
Melihat kekuatan Thailand, Dedi mengaku tetap optimistis tim Indonesia yang dibesut John Herdman dapat menciptakan sejarah bagi persepakbolaan Tanah Air. Ia menilai komposisi pemain serta hasil pertandingan terakhir melawan Bangladesh menjadi modal untuk menatap laga final dengan kepercayaan diri.
“Ya, pastinya melihat komposisi pemain dan melihat pertandingan terakhir melawan Bangladesh ini, kita harus optimistis,” imbuh Dedi. “Kita harus mematahkan mitos kita sebagai runner-up. Ini kesempatan untuk bisa menjadi nomor satu di ASEAN,” pungkasnya.
Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 usai menang telak 9-2 atas Bangladesh. Di final nanti, Ragnar Oratmangoen dkk akan menghadapi Thailand yang akan digelar pada Senin (5/10/2026) di Stadion Utama GBK, Jakarta.
