Timnas Indonesia berhasil melaju ke final setelah melewati tiga pertandingan di fase Grup A dengan catatan dua kemenangan dan satu hasil imbang. Tim Garuda mengawali kiprahnya dengan kemenangan 2-0 atas Singapura, kemudian bermain imbang 0-0 kontra Malaysia. Pada laga terakhir, Timnas Indonesia tampil dominan dan menghajar Bangladesh dengan skor 9-2.
Performa tersebut mendapat perhatian pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro. Ia menilai pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mulai menemukan karakter permainan yang ingin diterapkan bersama skuad Garuda.
“Saya melihat Herdman mulai menemukan identitas permainan Indonesia, terutama dalam aspek agresivitas dan intensitas menyerang,” ujar Luciano, Sabtu (3/10/2026).
Luciano mengatakan Herdman perlahan menunjukkan fleksibilitas dalam menentukan pendekatan permainan. Salah satunya terlihat saat Timnas Indonesia menggunakan struktur tiga bek ketika bersua Bangladesh.
“Dalam laga terakhir, Indonesia menggunakan struktur 3-4-3 dan mampu menghasilkan banyak peluang. Herdman juga melakukan perubahan pada babak kedua untuk kembali memberikan keseimbangan dan tenaga di lini serang,” katanya.
Menurutnya, keberanian Herdman memberikan kesempatan kepada pemain muda menjadi salah satu hal positif selama fase grup. Pelatih asal Inggris itu dinilai tidak terpaku pada satu komposisi pemain ketika kondisi pertandingan menuntut perubahan.
“Kelebihannya adalah dia berani memberikan kepercayaan kepada pemain muda dan memiliki fleksibilitas untuk mengubah komposisi ketika situasi pertandingan membutuhkan,” lanjut Luciano.
Meski demikian, Luciano melihat masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki oleh Timnas Indonesia. Salah satunya berkaitan dengan konsistensi pertahanan dan kemampuan mengontrol pertandingan setelah unggul.
“Tetapi masih ada pekerjaan rumah, terutama konsistensi pertahanan dan kontrol pertandingan ketika Indonesia sudah unggul besar,” ulas mantan pemain Persija Jakarta dan PSM Makassar itu.
“Melawan Bangladesh, kualitas individu Indonesia terlihat sangat dominan. Di final nanti tantangannya berbeda. Lawan akan memberikan tekanan yang lebih besar dan kesalahan kecil bisa menjadi sangat mahal,” jelasnya.
Pada laga final, Timnas Indonesia akan ditantang Thailand di SUGBK pada Senin (5/10/2026) malam WIB. Duel tersebut diprediksi akan berjalan sengit karena kedua tim sama-sama ingin mengangkat trofi edisi perdana FIFA ASEAN Cup.
“Jadi, bagi saya, skor 9-2 melawan Bangladesh adalah hasil yang sangat positif, tetapi final akan menjadi ujian sebenarnya bagi kualitas taktik John Herdman,” pungkas Luciano.
