Daftar Pelatih yang Sudah Dipecat Dini di Pegadaian Championship 2026/2027: Nil Maizar Korban Ketiga

Musim 2026/2027 kembali memakan korban. Nil Maizar menjadi pelatih terbaru yang kehilangan jabatannya. Semen Padang resmi mengumumkan pemecatan Nil Maizar pada Minggu (4/10/2026).

Keputusan tersebut diambil usai Kabau Sirah kalah tipis 0-1 dari PSPS Pekanbaru pada pekan keempat di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Hasil ini menjadi kekalahan perdana Kabau Sirah musim ini setelah sebelumnya meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang.

Keputusan untuk mendepak Nil Maizar terbilang cukup mengejutkan. Performa Semen Padang sejauh ini tergolong cukup baik dan mereka masih berada dalam persaingan ketat untuk memperebutkan tiket promosi.

Saat ini, Semen Padang menempati posisi keempat klasemen sementara Grup Barat dengan torehan enam poin. CEO Semen Padang, Andre Rosiade, menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil untuk merespons aspirasi pendukung Kabau Sirah yang kecewa dengan performa tim kebanggaannya.

“Terima kasih atas segala dedikasi, kerja keras, dan pengabdian coach Nil Maizar untuk Semen Padang FC. Berdasarkan hasil evaluasi manajemen, kami resmi mengakhiri kerja sama ini secara baik-baik,” tulis pernyataan resmi klub.

“Terima kasih telah menjadi bagian penting dari keluarga besar Skuad Kabau Sirah. Doa terbaik dari kami, semoga sukses dan selalu diberi kelancaran di perjalanan karier selanjutnya,” lanjut pernyataan tersebut.

Di sisi lain, Semen Padang dikabarkan tengah membidik pelatih kawakan berpengalaman, Stefano Cugurra atau yang akrab disapa Teco, untuk mengisi posisi head coach.

Selain Nil Maizar, sudah ada dua pelatih lain yang lebih dulu kehilangan jabatan di klubnya musim ini. Siapa saja mereka? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini:

Andri Ramawi menjadi pelatih pertama yang terdepak dari kursi kepelatihan musim ini. Sosok berusia 40 tahun tersebut diberhentikan oleh Persipura Jayapura per 23 September 2026.

Andri hanya bertahan selama dua pekan di Championship setelah didatangkan Persipura pada awal musim. Performa Mutiara Hitam yang tidak sesuai harapan menjadi pertimbangan utama manajemen.

Di bawah kendali Andri, Persipura gagal memetik kemenangan dalam dua laga awal Grup Timur Championship. Mereka kalah 2-3 dari Barito Putera dan ditahan imbang oleh Kendal Tornado FC dengan skor 0-0.

Sepeninggal Andri, Persipura menunjuk Regi Aditya sebagai pelatih baru. Ia diharapkan mampu mengantarkan Mutiara Hitam promosi ke kasta tertinggi, sebagaimana keberhasilannya bersama PSBS Biak pada musim 2023/2024.

Empat hari berselang, giliran Jaya Hartono yang dipecat oleh Persiraja Banda Aceh. Rentetan hasil minor di tiga pertandingan awal Championship menjadi penyebab utama pemecatan tersebut.

Bersama Jaya Hartono, Laskar Rencong menelan tiga kekalahan beruntun. Persiraja takluk 0-1 dari Semen Padang, lalu ditekuk oleh PSPS Pekanbaru dan Persikad Depok dengan skor identik 1-2.

Rentetan hasil itu membuat manajemen mengambil keputusan untuk melakukan perubahan di sektor kepelatihan. “Sudah dipecat semua pelatih,” tulis Presiden Klub Persiraja, Nazaruddin Dek Gam, melalui unggahan Instagram Story (27/9/2026).

Tidak hanya Jaya Hartono, seluruh staf kepelatihan Persiraja juga ikut dicopot dari jabatannya. Mereka adalah Muhammad Yasir, Faisal Munanda, Wahyu AW, dan Ferry Ferdinand.

Kini, Persiraja dilatih oleh Muhammad Ridwan. Musim lalu, ia berstatus sebagai asisten sekaligus pelatih kepala Garudayaksa FC yang sukses membawa klub tersebut promosi ke kasta tertinggi Liga Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *