Sejumlah catatan menarik tersaji dalam pertandingan sengit antara Timnas Indonesia kontra Thailand pada partai final. Skuad Merah-Putih tampil sangat dominan dan menghasilkan banyak ancaman sepanjang laga.
Dalam duel yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Senin (5/10/2026) malam WIB tersebut, Timnas Indonesia sukses melibas perlawanan Thailand lewat drama adu penalti. Di akhir babak kedua, Dean James memecah kebuntuan (84′), sebelum disamakan oleh Iklas Sanron (87′).
Saat memasuki babak extra time, skuad Gajah Perang sempat berbalik unggul lewat Peeradol Chamratsamee (111′), sebelum akhirnya disamakan oleh Elkan Baggott (116′). Sepanjang pertandingan, terdapat beberapa catatan statistik menarik yang mewarnai duel ketat dan dramatis ini.
Berikut adalah ulasannya. Timnas Indonesia berhasil mencatatkan penampilan yang dominan di hadapan Thailand pada partai final ini. Situasi di lapangan tersebut menjadi pemandangan baru bagi Skuad Garuda saat berhadapan dengan Skuad Gajah Perang.
Jika biasanya Timnas Indonesia sangat sulit menguasai bola, kali ini mereka mampu tampil sangat dominan. Sejak babak pertama, anak asuh John Herdman sudah mendikte arah permainan, sedangkan kubu lawan lebih banyak mengandalkan serangan balik.
Di atas kertas, Timnas Indonesia mencatatkan 64 persen penguasaan bola sepanjang pertandingan. Sementara itu, Timnas Thailand hanya mampu menghasilkan 36 persen ball possession.
Dominasi Timnas Indonesia dalam menguasai permainan juga berbanding lurus dengan jumlah penciptaan peluang di laga ini. Kevin Diks dkk. memiliki banyak upaya untuk bisa menjebol gawang lawan dengan melepaskan total 25 tembakan sepanjang laga.
Dari seluruh tembakan tersebut, sembilan di antaranya tepat sasaran atau menjadi shots on target, sembilan melenceng, dan sisanya diblok. Sementara itu, Tim Gajah Perang yang hanya mengandalkan serangan balik tercatat menghasilkan 12 tembakan, dengan empat di antaranya menjadi shots on target.
Duel Timnas Indonesia kontra Thailand ini sebetulnya tidak banyak melibatkan friksi antara kedua pemain di lapangan. Namun, jumlah pelanggaran yang dicatatkan oleh kedua kesebelasan termasuk sangat tinggi.
Sepanjang laga, Timnas Indonesia mencatatkan 14 pelanggaran, sementara Thailand melakukan lebih banyak pelanggaran sebanyak 25 kali. Tingginya jumlah pelanggaran ini juga berbanding lurus dengan kartu yang didapatkan.
Timnas Indonesia hanya menerima tiga kartu kuning, sedangkan Thailand mendapatkan lima kartu kuning. Dua kartu di antaranya berujung pada kartu merah.
Catatan menarik lainnya dari pertarungan sengit kedua tim ini tersaji dalam aspek offside. Menurut statistik, keduanya sama-sama tidak tercatat melakukan offside sepanjang pertandingan.
Hal ini tentu menjadi rekor yang cukup unik dari pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026. Cukup jarang sebuah laga tidak menghasilkan catatan offside.
