Erick Thohir mengungkapkan misi besar yang ingin dicapai setelah Indonesia keluar sebagai juara edisi perdana turnamen tersebut.
Menurut Erick Thohir, keberadaan FIFA ASEAN Cup bukan sekadar kesempatan bagi Timnas Indonesia untuk mendapatkan pengalaman di level internasional, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk mendorong perkembangan sepak bola di negara-negara Asia Tenggara secara bersama-sama.
“Bagi Indonesia, tujuan kami bukan hanya mengembangkan tim nasional sendiri. Kami juga ingin melihat standar sepak bola di Asia Tenggara terus meningkat. Ketika tim-tim di kawasan kami menjadi lebih kuat, persaingan juga akan menjadi lebih kuat, dan hal itu menguntungkan semua pihak,” ujar Erick Thohir.
Erick Thohir melihat setiap negara di kawasan ASEAN memiliki tingkat perkembangan sepak bola yang berbeda. Oleh karena itu, turnamen internasional dengan format terstruktur seperti FIFA ASEAN Cup dapat memberikan pengalaman penting bagi pemain dan pelatih dari masing-masing negara peserta.
“ASEAN memiliki potensi sepak bola yang luar biasa, tetapi setiap negara berada pada tahap perkembangan yang berbeda. Turnamen FIFA memberikan kompetisi internasional yang berharga bagi tim-tim, sekaligus memberikan pengalaman kepada pemain dan pelatih dalam menghadapi berbagai gaya bermain,” katanya.
Selain meningkatkan pengalaman bermain, Erick Thohir menilai FIFA ASEAN Cup juga dapat memperkuat hubungan antarkomunitas sepak bola di kawasan yang dikenal memiliki antusiasme tinggi, mulai dari tim nasional, pemain, suporter, hingga komunitas sepak bola.
“ASEAN adalah komunitas sepak bola yang sangat bergairah, dan turnamen ini memberikan kesempatan kepada kami untuk menunjukkan gairah tersebut sekaligus memperkuat hubungan antara tim nasional, pemain, penggemar, dan komunitas sepak bola,” jelas Erick Thohir.
Erick Thohir juga melihat turnamen yang mempertemukan negara-negara ASEAN ini memiliki potensi untuk memberikan dampak yang lebih luas terhadap perkembangan sepak bola di kawasan, termasuk membuka lebih banyak kesempatan bagi negara peserta untuk menjalani pertandingan internasional.
“Turnamen seperti ini dapat membantu menciptakan lebih banyak kesempatan internasional, mendorong investasi dalam pengembangan sepak bola, dan memperkuat ekosistem sepak bola di seluruh ASEAN,” ucapnya.
FIFA ASEAN Cup merupakan bagian dari kerja sama antara FIFA dan Federasi Sepak Bola Asia (AFF) setelah kedua organisasi memperbarui Memorandum of Understanding (MoU) pada KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, 26 Oktober 2025.
Turnamen tersebut berlangsung bersamaan dengan FIFA ASEAN Challenge Cup di Hong Kong. Sebanyak 14 negara berpartisipasi dalam keduanya, termasuk seluruh negara anggota ASEAN serta Bangladesh dan Pakistan sebagai dua negara tamu dari Federasi Sepak Bola Asia Selatan (SAFF).
Timnas Indonesia menjadi juara pada edisi perdana FIFA ASEAN Cup setelah menundukkan Timnas Thailand melalui adu penalti dengan skor 4-2. Pertandingan tersebut berakhir imbang 2-2 setelah bermain selama 120 menit di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Senin (5-10-2026).
Bagi Erick Thohir, keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup merupakan kelanjutan dari pengalaman menggelar sejumlah kejuaraan internasional, termasuk Piala Dunia U-17 2023 dan FIFA Series 2026.
“Piala Dunia U-17 merupakan kesempatan penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kemampuannya menjadi tuan rumah turnamen global usia muda, sementara FIFA Series memberikan kesempatan kepada tim nasional kami dan tim-tim lainnya untuk berkompetisi dalam lingkungan internasional yang lebih luas,” imbuh Erick Thohir.
Namun, Erick Thohir menilai FIFA ASEAN Cup memiliki karakter yang berbeda karena secara khusus mempertemukan negara-negara di kawasan Asia Tenggara dalam suatu turnamen di bawah naungan FIFA.
“FIFA ASEAN Cup terasa spesial karena membawa platform global FIFA langsung ke jantung sepak bola Asia Tenggara. FIFA ASEAN Cup memiliki karakter yang berbeda. Turnamen ini tentang menyatukan kawasan melalui sepak bola,” tuturnya.
Oleh karena itu, Erick Thohir menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya ingin mendapatkan keuntungan dari turnamen tersebut, tetapi juga berharap keberadaan FIFA ASEAN Cup dapat mendorong peningkatan kualitas sepak bola di seluruh kawasan Asia Tenggara dalam jangka panjang.
“Sebagai Indonesia, kami bangga menjadi tuan rumah acara FIFA lainnya, tetapi yang lebih penting, kami melihat ini sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk mengembangkan sepak bola di Indonesia dan berkontribusi terhadap pertumbuhan sepak bola di seluruh Asia Tenggara,” tegas Erick Thohir.
