John Herdman Ungkap Sederet Fakta di Balik Kesuksesan Timnas Indonesia Memenangkan FIFA ASEAN Cup 2026

Pelatih membeberkan sederet fakta menarik serta tantangan yang dihadapi menjelang bergulirnya 2026. Meski akhirnya tampil sebagai juara setelah mengalahkan Thailand melalui drama adu penalti di babak final, John Herdman dan seluruh asisten pelatih harus bekerja ekstra keras untuk mempersiapkan tim terbaik.

Tim pelatih tidak hanya dituntut untuk menentukan skema serta taktik permainan berdasarkan *skill* dan karakter masing-masing pemain, tetapi juga harus memastikan kebugaran mereka.

Melalui sebuah kanal belum lama ini, John Herdman mengatakan sukses Indonesia menjadi yang terbaik di FIFA ASEAN Cup tidak lepas dari kejelian tim pelatih dalam melihat karakter setiap pemain.

“Ya, kita harus melihat karakter para pemain. Kita harus melihat profil mereka. Lihat juga posisi mereka di klub. Jika pemain hanya bersama kita selama 10 hari, kebiasaan mereka tidak akan bisa langsung diubah. Kebiasaan itu terbentuk setiap hari di klub,” kata John Herdman.

Mengingat waktu di timnas hanya hitungan hari, tim pelatih tidak lantas mengubah gaya atau kebiasaan bermain Kevin Diks dan kawan-kawan. Dengan kata lain, tidak ada keharusan bagi pemain untuk mengubah kebiasaan mereka saat bermain di klub.

“Jika pemain hanya bersama kita selama 10 hari, kebiasaan mereka tidak akan bisa langsung diubah. Kebiasaan itu terbentuk setiap hari di klub. Lalu mereka datang dan kita berkata, ‘Kami ingin bermain begini’. Kombinasi dengan pemain ketiga, dengan identitas tertentu. Padahal mereka tidak bermain seperti itu di klub,” tukas John Herdman.

Oleh karena itu, menurut John Herdman, setiap pemain diberikan keleluasaan untuk mengekspresikan diri.

“Ole Romeny bermain dengan gaya Red Bull. Tekanan tinggi, intensitas tinggi, penguasaan bola rendah. Namun, saat bersama Timnas Indonesia, kami mencoba memberinya kebebasan dan ruang berkreasi. Memberinya kesempatan mengekspresikan diri,” tutur eks pelatih Timnas Kanada tersebut.

“Sebagai pelatih kepala, saya harus menyeimbangkan apa yang mereka lakukan di klub dengan identitas tim yang sesuai profil posisi mereka. Sekaligus mendekatkan Indonesia pada level yang dibutuhkan untuk mengalahkan Australia, Arab Saudi, dan Jepang. Meraih hasil di laga-laga besar. Itulah yang sedang saya coba saat ini,” ujar juru taktik asal Inggris itu.

Tantangan lainnya adalah realita di mana terdapat beberapa pemain yang tidak memiliki banyak waktu untuk bergabung dengan timnas karena kendala penerbangan yang sangat jauh. Persoalan ini sudah pernah dialami John Herdman saat masih membesut Timnas Kanada.

“Bagi saya ini eksperimen taktik untuk memahami sejumlah hal yang kami terapkan di Kanada dan bagaimana penerapannya di sini. Terutama bagaimana pengaruh kondisi dan iklimnya. Juga respons pemain setelah terbang 16 jam, lalu hanya dua kali berlatih,” ujarnya.

“Orang harus memahami semua itu. Seperti kubus rubik, kita terus mencoba menyusunnya. Ada pemain yang penerbangannya tertunda dan baru tiba sehari sebelum pertandingan, seperti Calvin Verdonk atau Dean James,” pungkasnya.

Sumber: Liputan6 Sport

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *