Ketua PSSI Berambisi Bawa Timnas Indonesia Tembus 100 Besar Ranking FIFA, Uji Coba di Yordania Belum Pasti

Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, memasang target ambisius agar Timnas Indonesia mampu menembus 100 besar ranking FIFA. Skuad Garuda kini berada di posisi ke-116 setelah menjuarai ajang FIFA ASEAN Cup 2026.

Setelah menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia memiliki agenda untuk kembali bertanding pada jeda internasional periode November mendatang. Yordania, tim dengan peringkat ke-72 dunia, disebut-sebut sebagai calon lawan skuad Garuda di Stadion Internasional Amman pada 13 November 2026.

Erick Thohir menilai bahwa melakukan uji coba dalam pertandingan resmi FIFA melawan tim dengan peringkat yang lebih tinggi merupakan fokus utamanya. Hal ini merupakan bagian dari upaya menjadikan Timnas Indonesia semakin kompetitif dalam mewujudkan target tampil di Piala Dunia di masa mendatang.

“Kami tentu ingin Timnas Indonesia bisa menembus ranking 100 besar FIFA. Karena dari statistik, bicara Piala Dunia, ranking kita harus terus meningkat, dan coba 100 besar lebih dulu. Memaksimalkan pertandingan di FIFA Matchday, mengumpulkan poin semaksimal mungkin,” terang Erick Thohir saat dijumpai di Balaikota Surakarta, Senin (12/10/2026).

Agenda uji coba Timnas Indonesia ke luar negeri ini direspons positif oleh Erick Thohir. Menurutnya, pasukan asuhan John Herdman perlu lebih sering bertanding di markas lawan, mengingat selama ini mereka lebih banyak bermain di kandang sendiri.

Dari 12 pertandingan di era pelatih John Herdman sejak awal tahun ini, Timnas Indonesia bermain di kandang sebanyak sepuluh kali. Dua laga lainnya digelar di markas lawan, yakni saat melawan Timor Leste dan Singapura pada ajang Piala AFF 2026.

Dari 10 laga kandang tersebut, Kevin Diks dkk. berhasil meraih delapan kemenangan. Sementara itu, dalam dua laga tandang, tim mencatatkan satu kemenangan dan satu hasil imbang.

Erick Thohir menegaskan bahwa laga di kandang lawan tak kalah pentingnya demi membangun skuad yang kuat untuk menuju Piala Dunia 2030. “Kualifikasi Piala Dunia 2030 akan dimulai bulan September tahun depan. Jadi, ranking itu sangat penting. Laga di bulan November mendatang adalah away, supaya tim kita terbiasa bermain baik itu home maupun away,” lanjut Erick Thohir.

“Pelatih John Herdman cukup berani dan, kalau bisa, menghadapi lawan yang peringkatnya lebih tinggi,” tambah mantan Presiden Inter Milan tersebut.

Namun, di tengah upaya mendongkrak posisi Garuda, rencana pertandingan tandang pada FIFA Matchday November 2026 masih menghadapi pertimbangan terkait situasi keamanan di Timur Tengah. Pasca-gejolak perang Iran-Amerika Serikat, konflik di kawasan Timur Tengah kembali muncul.

Baru-baru ini, serangan di Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi, menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Sebuah rudal dilaporkan menghantam kompleks bandara yang menaungi Terminal 3 dan 4 untuk penerbangan domestik.

Rekaman pascaserangan memperlihatkan kendaraan darurat dikerahkan ke lokasi. Koalisi pimpinan Arab Saudi menyalahkan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman atas serangan tersebut. Insiden ini disebut sebagai serangan paling mematikan di negara-negara Arab Teluk sejak perang Iran dimulai.

“Kita tunggu, karena memang ada kendala di Timur Tengah yang cukup mengkhawatirkan. Jadi, keselamatan semua pemain dan pelatih adalah yang terpenting. Ada beberapa opsi, apakah tetap di Timur Tengah atau revisi, karena situasi di sana masih ada kejadian yang mengkhawatirkan,” tegas Erick Thohir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *