Carlos Pena Siapkan Persita untuk Meredam Mantan, Evaluasi Kemenangan Tipis Jadi Bekal Atasi Persija

Menyongsong duel kontra dengan penuh percaya diri dan tak terkalahkan dalam empat laga, Persita terus mematangkan persiapan sekaligus melakukan evaluasi jelang big match yang rencananya berlangsung di Banten International Stadium (BIS), Serang, Sabtu (17-10-2026).

Pelatih Carlos Pena menyatakan bahwa persiapan tim difokuskan untuk menghadapi salah satu rival terberat musim ini pada laga pekan kelima BRI Super League 2026/2027. Menurutnya, tim pelatih langsung melakukan persiapan tak lama setelah melakoni laga pekan keempat melawan tim promosi, Garudayaksa FC, Minggu (10-10-2026).

Duel yang berlangsung di BIS tersebut berakhir dengan kemenangan 2-1. Dua gol kemenangan tuan rumah masing-masing dicetak oleh Alexandre Ramalingom dan Aleksa Andrejic.

Kemenangan itu membuat Persita tidak tersentuh kekalahan dalam empat laga beruntun, dengan catatan dua kemenangan serta dua hasil imbang. Dengan mengemas delapan poin, Persita kini bercokol di posisi kelima klasemen sementara.

“Kami memulai persiapan melawan Persija pada Senin. Kami akan terus melakukan perbaikan agar bisa menampilkan permainan terbaik melawan tim kuat,” kata Carlos Pena.

Duel melawan Garudayaksa FC memberikan pelajaran berharga bagi para pemain Persita. Pasalnya, Hokky Caraka dkk. gagal mempertahankan keunggulan 1-0 sejak menit ke-46 dan baru bisa memastikan kemenangan pada menit ke-92+2.

Padahal, Persita memiliki sejumlah peluang emas untuk menambah gol sebelum wasit meniup peluit panjang. “Ketika kami tidak mencetak gol kedua, risikonya adalah kami bisa kebobolan kapan saja. Kami sempat memiliki waktu 20 menit di mana kami bisa saja mengunci kemenangan,” ujar Carlos Pena, yang juga pernah menangani Persija.

Di sisi lain, Persija memuncaki klasemen dengan nilai sempurna 14 poin hasil dari empat pertandingan tanpa kekalahan. Selain didukung pemain mumpuni di semua lini, Macan Kemayoran ditangani oleh mantan pelatih Timnas Indonesia yang sarat pengalaman, Shin Tae-yong.

Musim ini menjadi momen sangat penting bagi Persija untuk meraih gelar juara kasta tertinggi Indonesia, mengingat tahun depan ibu kota Jakarta genap memasuki usia 500 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *