Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Yordania dalam laga uji coba pada November 2026. Pertandingan ini berpotensi menjadi salah satu agenda penting bagi Skuad Garuda setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
Duel antara Yordania melawan Indonesia direncanakan berlangsung di Stadion Internasional Amman pada 13 November 2026. Meski begitu, PSSI masih mengkaji rencana tersebut dengan mempertimbangkan situasi keamanan di Timur Tengah yang kembali bergejolak.
Jika pertandingan terlaksana, Yordania akan menjadi lawan yang menarik bagi Timnas Indonesia. Selain memiliki peringkat FIFA yang lebih baik, Yordania juga baru saja tampil di putaran final Piala Dunia 2026.
Ada sejumlah fakta menarik yang layak dicermati dari rencana pertemuan kedua tim. Berikut ulasannya.
Timnas Indonesia memiliki catatan kurang menggembirakan saat menghadapi Yordania. Berdasarkan data 11v11, kedua negara telah bertemu sebanyak lima kali dan seluruh pertandingan berakhir dengan kemenangan bagi Yordania.
Pertemuan pertama berlangsung dalam laga persahabatan pada 12 Februari 2004. Saat itu, Indonesia harus mengakui keunggulan Yordania dengan skor 1-2. Dalam tiga pertandingan persahabatan berikutnya, Timnas Indonesia kembali menelan kekalahan dengan skor masing-masing 0-1, 0-5, dan 1-4.
Kedua tim terakhir kali bertemu pada 2022 dalam kualifikasi Piala Asia 2023, dengan hasil Indonesia kembali kalah 0-1. Laga pada November mendatang bisa menjadi kesempatan bagi Tim Garuda untuk memperbaiki catatan pertemuan tersebut.
Fakta menarik lainnya terletak pada sosok pelatih kedua tim. Yordania kini ditangani oleh Badou Zaki, setelah sebelumnya berada di bawah arahan Jamal Sellami hingga Piala Dunia 2026.
Badou Zaki ditunjuk sebagai pelatih kepala pada Juli 2026. Sejauh ini, ia telah memimpin Yordania dalam dua pertandingan yang sama-sama berakhir imbang, yakni 1-1 melawan Suriah dan 0-0 kontra Venezuela.
Sementara itu, Timnas Indonesia ditangani oleh John Herdman yang menggantikan Patrick Kluivert. Pelatih asal Kanada tersebut telah bekerja selama sembilan bulan bersama Skuad Garuda.
Dalam 12 pertandingan yang dipimpinnya, Herdman mencatatkan delapan kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan. Pertemuan mendatang berpotensi menjadi kesempatan bagi kedua pelatih untuk kembali mengukur kemampuan tim masing-masing.
Yordania memiliki keunggulan cukup jauh dibandingkan Timnas Indonesia dalam peringkat FIFA. Berdasarkan data yang tercantum, Yordania menempati posisi ke-72 dengan koleksi 1.350,88 poin.
Yordania juga masuk dalam jajaran 10 besar Asia dan baru saja mencatatkan sejarah dengan tampil untuk pertama kalinya di Piala Dunia 2026. Di sisi lain, Timnas Indonesia berada di peringkat ke-116 dengan 1.166,50 poin.
Pertandingan melawan tim dengan peringkat lebih tinggi dapat menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menambah poin FIFA. Besarnya tambahan poin tersebut akan bergantung pada hasil pertandingan dan perhitungan resmi FIFA.
Kendati kalah dalam peringkat FIFA, Timnas Indonesia unggul dalam estimasi nilai pasar pemain. Skuad Merah-Putih ditaksir memiliki nilai pasar total Rp399,52 miliar, lebih tinggi daripada Yordania yang mencapai Rp374,14 miliar.
Jay Idzes menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi di skuad Indonesia, yakni sekitar Rp243 miliar. Namun, peluangnya untuk tampil melawan Yordania belum dapat dipastikan karena ia masih mengalami cedera.
Kevin Diks menempati posisi berikutnya dengan estimasi nilai pasar Rp86,91 miliar. Sementara itu, pemain termahal Yordania adalah Mousa Al-Tamari yang memperkuat Rennes di Ligue 1 Prancis, dengan nilai pasar diperkirakan mencapai Rp173,82 miliar.
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan dalam estimasi nilai pasar skuad. Namun, hasil pertandingan kedua tim tetap akan ditentukan oleh performa di lapangan.
