Pelatih PSIM memahami kekecewaan suporter terhadap performa skuad Laskar Mataram. Kegeraman suporter terlihat dari sejumlah spanduk bernada protes yang terpasang di sekitar pintu masuk Wisma PSIM. Mereka menyampaikan kritik serta desakan agar tim kebanggaannya segera berbenah.
Dua tulisan yang mencolok di antaranya berbunyi ‘Darurat Poin 3’ dan ‘Evaluasi atau Degradasi’. PSIM kini berada di posisi ke-16 klasemen sementara, tepat di batas zona degradasi dengan koleksi satu poin.
Jean-Paul van Gastel tidak merasa terbebani secara berlebihan oleh tekanan suporter. Menurutnya, tuntutan terbesar justru datang dari dirinya sendiri yang terus memikirkan cara untuk meningkatkan performa tim.
“Saya rasa saya adalah orang yang paling memberi tekanan kepada diri saya sendiri. Selama 24 jam, saya memikirkan cara untuk meningkatkan diri saya, tim, dan bagaimana melakukan segala sesuatunya dengan lebih baik, termasuk mengevaluasi apa yang sudah berjalan baik dan apa yang harus ditingkatkan,” ujar Van Gastel pada Kamis (15/10/2026).
“Tekanan dari suporter tidak saya rasakan. Satu-satunya adalah saya memahami kekhawatiran mereka karena dari empat pertandingan, kami baru meraih satu poin,” lanjutnya.
Pelatih asal Belanda itu memaklumi kemunculan spanduk protes di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi PSIM. Baginya, hal terpenting saat ini adalah membawa tim segera mendapatkan tambahan poin.
“Kami sama khawatirnya seperti mereka. Adanya spanduk protes itu sangat bisa saya pahami. Bagi kami, yang penting adalah mendapatkan poin secepat mungkin,” kata Van Gastel.
PSIM kini dituntut segera memperbaiki keadaan. Franco Ramos dkk. akan menjamu PSM Makassar pada pekan kelima BRI Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (16/10/2026) sore WIB.
Laga tersebut menjadi kesempatan Laskar Mataram untuk memburu kemenangan perdana sekaligus meredakan kekecewaan suporter. Namun, pertandingan tersebut akan berlangsung tanpa penonton.
“Sayangnya, besok kami bermain tanpa penonton karena mereka biasanya memberikan energi tambahan bagi tim. Kami menyadari situasi ini, baik pemain, staf, maupun saya sendiri bahwa kami harus segera meraih poin,” ucapnya.
Sementara itu, gelandang PSIM, Adrian Purzycki, menilai tekanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sepak bola. Ia menyadari situasi pelik yang sedang dialami Laskar Mataram.
“Tekanan dalam sepak bola akan selalu ada, jadi itu adalah hal yang harus Anda hadapi. Saat ini situasinya sedikit lebih sulit karena kami belum mendapatkan poin. Kunci dalam situasi ini adalah di dalam klub kami harus tetap percaya diri dan bergerak bersama ke arah yang benar,” tuturnya.
Gelandang asal Polandia itu menyebut performa PSIM dalam sejumlah pertandingan sebenarnya menunjukkan perkembangan positif. Meski demikian, hasil akhir belum sesuai dengan harapan.
“Jika melihat pertandingan-pertandingan yang sudah dimainkan dan menganalisisnya, secara pribadi kami berada di jalur yang benar. Hanya saja, kami membutuhkan poin,” sebut Adrian.
“Jika jumlah poin kami berbeda, percakapannya tentu akan berbeda. Jadi, hal terpenting adalah mendapatkan tiga poin dan semuanya akan menjadi lebih mudah bagi kami, klub, suporter, dan semuanya,” pungkasnya.
