Perjalanan menuju jajaran elite dunia tidak terjadi dalam semalam. Skuad Garuda harus melewati penantian panjang dan sejumlah kegagalan di level regional hingga akhirnya mencatatkan sejarah dengan menembus peringkat ke-14 dunia dalam ranking FIFA.
Di balik pencapaian tersebut, terdapat perjalanan panjang yang diwarnai berbagai tantangan. Indonesia pernah merasakan manisnya gelar juara, tetapi juga berkali-kali harus menerima kenyataan pahit saat gagal mengakhiri turnamen sebagai kampiun.
Sebelum berbicara tentang persaingan di level dunia, Timnas Futsal Indonesia terlebih dahulu berjuang membangun reputasi di kawasan Asia Tenggara. Indonesia pertama kali menjuarai Piala AFF Futsal pada 2010. Saat itu, skuad Merah Putih tampil impresif dengan mengalahkan Malaysia 5-0 pada pertandingan final di Ho Chi Minh City, Vietnam.
Gelar tersebut menjadi pencapaian bersejarah, namun Indonesia harus menunggu cukup lama untuk kembali merasakan juara di turnamen futsal paling bergengsi di Asia Tenggara. Dalam periode tersebut, Timnas Futsal Indonesia beberapa kali mendekati gelar juara, tetapi harus puas menjadi runner-up pada edisi 2019 dan 2022. Persaingan dengan Thailand yang lama mendominasi futsal kawasan juga menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia.
Kebangkitan futsal Indonesia, termasuk tim nasionalnya, mulai terlihat ketika Hector Souto menjabat sebagai pelatih Timnas Futsal Indonesia pada pertengahan 2024. Souto menggantikan Marcos Sorato, yang merupakan penerus Mohammad Hashemzadeh di Timnas Futsal Indonesia.
Sorato sebelumnya hampir membawa tim meraih gelar juara Asian Games 2021 dan Piala AFF Futsal 2022, meskipun akhirnya berujung sebagai runner-up. Saat Souto tiba, Timnas Indonesia berada di peringkat ke-28 dalam ranking FIFA untuk futsal.
Kini, Timnas Indonesia telah menjadi salah satu raksasa futsal dunia dengan menempati posisi ke-14 dan mengoleksi 1269,82 poin. Timnas Futsal Indonesia juga menjadi negara keempat terkuat di Asia setelah Timnas Futsal Iran, Timnas Futsal Thailand, dan Timnas Futsal Jepang.
Tahun pertama kepemimpinan Souto berakhir manis. Setelah menunggu selama 14 tahun, Timnas Futsal Indonesia akhirnya berhasil keluar sebagai kampiun Piala AFF Futsal pada 2024.
Souto juga menjadi pelatih pertama yang mempersembahkan medali emas SEA Games untuk Timnas Futsal Indonesia pada 2025. Puncak prestasi di bawah arahan Souto terjadi ketika ia mengantar Mochammad Iqbal Iskandar hingga ke babak final Piala Asia Futsal 2026.
Setelah melibas lawan-lawan kuat, termasuk Jepang di semifinal, Timnas Futsal Indonesia melaju ke partai puncak untuk menantang Iran, kesebelasan terkuat di Asia. Timnas Futsal Indonesia hampir saja mencatatkan sejarah baru, namun harus kalah 4-5 dari Iran melalui adu penalti setelah bermain imbang 5-5 selama 50 menit.
Kini, Souto sedang memimpin Timnas Futsal Indonesia di Copa das Nacoes de Futsal 2026 di Brasil pada 14-18 Oktober 2026. Turnamen ini merupakan salah satu ajang futsal paling prestisius di dunia.
Timnas Futsal Indonesia berada di Grup A bersama tuan rumah Brasil dan Tanjung Verde. Indonesia mendapatkan kesempatan berharga untuk menantang Brasil, penguasa futsal peringkat satu dunia, meskipun akhirnya harus mengakui keunggulan mereka dengan skor 0-3.
