Gagal ke Semifinal Copa das Nacoes 2026, Statistik Timnas Futsal Indonesia saat Digasak Tanjung Verde

Timnas Futsal Indonesia kembali menelan kekalahan pada pertandingan kedua di ajang Copa des Nacoes 2026. Setelah sebelumnya kalah 0-3 dari tuan rumah Brasil, pasukan Hector Souto harus mengakui keunggulan Tanjung Verde dengan skor 0-2 pada Sabtu (17/10/2026) pagi WIB.

Gol dari Octavio Alves dan Isaias Furtado dalam laga yang berlangsung di Ginasio Max Rosenmann, São José dos Pinhais, Brasil, menjadi penentu kemenangan Tanjung Verde atas Timnas Futsal Indonesia. Hasil ini membuat tim Futsal Indonesia gagal lolos ke semifinal dan harus puas menjadi juru kunci Grup A.

Dalam pertandingan ini, Indonesia tampil dengan komposisi Muhammad Nizar sebagai penjaga gawang. Formasi diperkuat oleh Rizki Xavier sebagai anchor, Mochammad Iqbal dan Syauqi Saud sebagai flank, serta Andres Dwi Permana sebagai pivot.

Timnas Futsal Indonesia sebenarnya tampil cukup percaya diri dalam mengawali permainan. Sayangnya, saat laga baru berjalan enam menit, Tanjung Verde berhasil mencetak gol melalui situasi serangan balik.

Kegagalan Dewa Rizki Amanda melewati Furtado membuka jalan bagi Cape Verde untuk melakukan serangan balik cepat. Bola lantas diberikan kepada Cabral yang dengan mudah menjebol gawang Nizar.

Tanjung Verde menambah keunggulannya dalam tempo yang singkat. Menerima umpan dari Xavier, Furtado berhasil memenangkan duel dengan Rizki Xavier untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Timnas Futsal Indonesia sempat memiliki beberapa peluang melalui aksi Syauqi Saud, Iqbal, dan Romi Humandri. Memasuki babak kedua, Indonesia bermain lebih agresif guna mencari gol pertama.

Beberapa peluang sempat didapatkan Indonesia, salah satunya saat Syauqi gagal memanfaatkan peluang tepat di hadapan Almada. Saat waktu tersisa delapan menit, Souto mulai menerapkan strategi power play yang diperankan oleh Iqbal dan Ronald Drion.

Peluang lain juga sempat tercipta melalui sepakan Samuel Eko maupun Ardiansyah Nur, namun tetap tidak menghasilkan gol. Keunggulan 2-0 untuk Tanjung Verde bertahan hingga pertandingan usai.

Secara statistik, Indonesia sebenarnya lebih dominan dengan catatan penguasaan bola (*ball possession*) mencapai 66 persen. Jumlah operan Indonesia mencapai 393 dengan akurasi 86 persen, sedangkan Cape Verde hanya mencatatkan 225 operan dengan akurasi 77 persen.

Indonesia juga mampu melepaskan 29 tembakan berbanding 22 tembakan dari Cape Verde. Namun, catatan 14 penyelamatan gemilang dari Almada menjadi faktor kunci kemenangan Cape Verde di pertandingan ini.

Kekalahan dari Tanjung Verde menjadi pelajaran berharga bagi skuad Indonesia. Berdasarkan peringkat FIFA, Indonesia unggul jauh di peringkat 14, sementara Cape Verde berada di peringkat 133.

Meski demikian, perbedaan peringkat tersebut tidak menjamin Indonesia bisa mengatasi lawan yang berhasil memanfaatkan peluang dan momen dengan baik. Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menilai kekalahan dari Cape Verde merupakan salah satu momen paling mengecewakan selama dua tahun terakhir menangani Garuda Futsal.

“Salah satu kekalahan paling mengecewakan dalam dua tahun saya memimpin Timnas Indonesia. Kalah itu hal biasa dalam pertandingan, tapi tidak dengan cara seperti ini. Kami tidak boleh ‘menghadiahkan’ 10 menit pertama pertandingan begitu saja, apa pun kompetisinya,” ungkap Souto melalui akun Instagram pribadinya, @souto.h.

“Bagi kalian yang mengatakan Tanjung Verde tidak punya level (kualitas), kalian tidak mengenal futsal di luar negara kalian sendiri. Dunia ini sangat luas, teman-teman. Masih panjang jalan yang harus kita tempuh,” lanjutnya.

Setelah ini, Indonesia akan bermain melawan Peru dalam laga perebutan peringkat 5-6 pada Minggu, 18 Oktober 2026, pukul 00.00 WIB. Sementara itu, laga semifinal akan mempertemukan Brasil melawan Jepang serta Afghanistan melawan Cape Verde.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *