Persijap Jepara tampaknya benar-benar kesulitan mencari jalan keluar dari rangkaian hasil buruk mereka setelah kembali tumbang dari Isenmulang FC pada pekan ke-5 BRI Super League 2026/2027. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, Jumat (16/10/2026) malam WIB, Laskar Kalinyamat harus menanggung malu setelah takluk dengan skor 0-1.
Isenmulang FC berhasil unggul melalui gol Modou Manneh pada menit ke-21. Caretaker Persijap, Antonio Claudio, mengakui bahwa upaya timnya untuk mencuri gol terlebih dahulu gagal terwujud. “Memang sejak menit-menit awal pertandingan, kami sudah mencoba mencari penguasaan bola dan mencoba mencari gol terlebih dahulu, tetapi justru kami kebobolan,” ujar Antonio Claudio seusai pertandingan.
Juru taktik kelahiran Brasil itu mengatakan bahwa anak asuhnya sebenarnya sudah memberikan penampilan yang maksimal. Mereka mampu memberikan perlawanan, bahkan menciptakan berbagai peluang, namun sayangnya tidak ada yang membuahkan gol.
“Namun, pemain sudah tampil maksimal dan memberikan reaksi yang sangat positif. Pada babak kedua, kami lebih banyak menyerang dan menguasai bola. Banyak peluang tercipta, tetapi sangat disayangkan gol belum bisa diraih,” katanya.
Dengan kekalahan ini, Persijap semakin tersungkur di papan bawah dan menduduki dasar klasemen sementara karena belum mengumpulkan poin. Dari lima laga yang telah dijalani, Laskar Kalinyamat selalu menelan kekalahan.
Catatan ini juga menyeret Persijap sebagai tim dengan performa paling buruk di BRI Super League 2026/2027. Mereka menjadi tim dengan produktivitas terendah karena hanya mampu mencetak dua gol dari lima laga.
Di lini belakang, Laskar Kalinyamat juga menjadi tim dengan jumlah kebobolan tertinggi untuk sementara waktu setelah kemasukan 12 gol. Antonio Claudio berjanji akan melakukan evaluasi agar semua permasalahan ini bisa segera teratasi.
“Ya, memang kami harus mengevaluasinya. Kami harus mengevaluasi lagi supaya peluang-peluang yang terjadi pada pertandingan ini, khususnya pada babak kedua, bisa menghasilkan gol,” ujar pelatih berusia 53 tahun itu.
Sementara itu, kiper Persijap Jepara, Sendri Johansyah, mengakui bahwa rekan-rekannya memang kecolongan di babak pertama. Namun, ia menegaskan bahwa timnya sudah berusaha untuk tidak menyerah, meskipun hasil akhirnya tetap tidak sesuai harapan.
“Tanggapan untuk pertandingan ini, ya itulah sepak bola. Seharusnya kami mencuri gol terlebih dahulu, tetapi ternyata kami justru kebobolan,” ujar Sendri Johansyah.
“Kami sebenarnya tidak menyerah; kami memberikan perlawanan dan terus menyerang sepanjang permainan. Namun, pertahanan mereka juga kuat. Itulah sepak bola,” imbuhnya.
