PSS harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 2-2 pada pekan kelima 2026/2027. Bertandang ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Minggu (18/10/2026) sore WIB, Super Elja tampil cukup baik.
PSS bahkan sempat unggul dua kali melalui gol Melvyn Lorenzen pada menit ke-9 dan Hiromu Tanaka pada menit ke-61. Namun, Persebaya mampu memaksakan hasil imbang berkat dua gol Miguel Pereira pada menit ke-36 dan 90+1′. Gol pada masa injury time tersebut sekaligus menggagalkan kemenangan PSS yang sudah di depan mata.
Pelatih PSS, Pieter Huistra, menyebut pertandingan berlangsung ketat dengan intensitas tinggi. Ia juga menyoroti perkembangan sepak bola Indonesia yang menurutnya semakin kompetitif.
“Saya pikir itu adalah laga yang ketat hari ini. Anda dapat melihat perkembangan dalam sepak bola Indonesia. Ada lebih banyak intensitas. Ada lebih banyak duel, ada lebih banyak permainan yang ketat di kedua tim,” ujar Huistra seusai laga.
Huistra mengakui Persebaya memulai pertandingan dengan sangat baik. Meski demikian, PSS mampu memberikan perlawanan dan sempat berada dalam posisi menguntungkan usai unggul 2-1.
Walau kecewa karena gagal meraih tiga poin, pelatih asal Belanda itu tetap menilai hasil imbang tersebut cukup baik jika melihat jalannya pertandingan secara keseluruhan.
“Persebaya memulai dengan sangat baik. Kami mencetak gol yang indah, 1-0. Kemudian pertandingan bisa berjalan ke arah mana saja. Pada akhirnya, kami unggul 2-1 beberapa menit lalu,” katanya.
“Kami sedikit tidak senang dengan satu poin, tapi jika dilihat secara keseluruhan saya pikir itu adalah hasil yang bagus,” sambung pelatih berusia 59 tahun tersebut.
Kekecewaan juga dirasakan penyerang PSS, Melvyn Lorenzen. Ia mengatakan kegagalan mempertahankan keunggulan membuat hasil imbang ini terasa seperti kekalahan.
“Saya baru saja berbicara sedikit dengan pelatih, ini adalah sebuah pengalaman. Karena sebelum pertandingan, Anda mungkin akan mengambil satu poin dan merasa senang tentang hal itu,” ucap Lorenzen.
“Tapi dengan jalannya pertandingan, di mana kami unggul 2-1 sampai benar-benar akhir, rasanya seperti kekalahan. Kami kehilangan dua poin. Tapi kami melakukan banyak hal baik hari ini. PSS bermain sangat baik. Mereka memulai pertandingan dengan baik.”
“Banyak intensitas seperti yang dikatakan pelatih. Mereka memanfaatkan serangan balik, fase akhir, dan ya, saya pikir pada akhirnya kita bisa merasa senang dengan satu poin dan cara kita tampil,” imbuhnya.
Hasil ini membuat PSS tertahan di posisi ke-15 klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi empat poin. Perolehan tersebut merupakan hasil dari satu kemenangan, satu imbang, dan tiga kekalahan.
