Marcos Reina Ungkap Alasan Persik Kecolongan Gol Julio Cesar di Markas Persib

Persik harus pulang dengan tangan hampa setelah menelan kekalahan tipis 0-1 pada pekan kelima musim 2026/2027. Laga kedua tim digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (18/10/2026).

Persik sebenarnya berusaha mengimbangi permainan Maung Bandung sejak awal laga. Tim tamu beberapa kali mengancam gawang Persib melalui skema yang mereka bangun. Di sisi lain, Persib mencoba mengambil inisiatif dengan mengandalkan penguasaan bola.

Maung Bandung mencoba membongkar pertahanan lawan, tetapi lini belakang Macan Putih tampil solid. Persib mendapat peluang pada menit ke-19 melalui Luciano Guaycochea. Namun, tendangan gelandang asal Argentina tersebut masih melebar tipis dari gawang Persik yang dikawal Husna Al Malik.

Persik sebenarnya sempat mencetak gol pada menit ke-40 melalui sundulan Park Junheong. Namun, wasit memutuskan untuk menganulir gol tersebut karena pemain asal Korea Selatan itu berada dalam posisi offside.

Persib akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-79. Maung Bandung mencetak gol melalui sundulan Julio Cesar setelah memaksimalkan umpan sepak pojok Thom Haye.

Kekalahan ini membuat Persik turun ke posisi sembilan klasemen sementara BRI Super League. Skuad Macan Putih kini mengumpulkan tujuh poin dari lima laga yang telah dilalui.

Pelatih Persik, Marcos Reina, mengakui Persib sebagai tim dengan materi pemain berkualitas. Menurutnya, menghadapi Persib di kandang mereka bukan perkara mudah.

“Ini merupakan pertandingan yang bagus bagi para pemain dan tim. Tidak mudah bermain melawan tim seperti ini, tetapi kami mampu melakukannya dengan sangat baik,” kata Marcos selepas laga.

Simak update terkini klasemen BRI Super League.

Pelatih asal Spanyol ini juga menyoroti proses terjadinya gol Persib yang dicetak oleh Julio Cesar. Ia mengatakan bahwa masuknya Julio Cesar sebagai pemain pengganti membuat para pemain Persik kesulitan menentukan siapa yang harus mengawal bek asal Brasil tersebut.

Kondisi tersebut diperparah dengan kebisingan Bobotoh di stadion yang membuat komunikasi antarpemain tidak berjalan maksimal. “Masalah besar dalam situasi sepak pojok itu juga karena ketika Julio Cesar masuk, dengan segala kebisingan di lapangan, sangat sulit untuk memberi tahu para pemain siapa yang harus menjaga siapa,” ungkapnya.

“Pada momen itu, terjadi sedikit kebingungan mengenai siapa yang bertugas mengawal pemain lawan. Julio pun berada dalam posisi bebas, atau bisa dibilang cukup bebas, dan akhirnya mereka mencetak gol,” lanjutnya.

Situasi ini sebenarnya bisa diantisipasi jika Julio Cesar tampil sejak awal pertandingan. Namun, tidak butuh waktu lama bagi Julio Cesar untuk mencetak gol setelah masuk sebagai pemain pengganti.

“Mungkin, jika Julio sudah berada di lapangan sejak awal, semua pemain akan mengetahui siapa yang harus mereka kawal. Namun, karena dia baru masuk ke lapangan, kami kesulitan melakukan penyesuaian dengan cepat,” ujar Marcos.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *