Timnas Indonesia akan segera menyambut salah satu panggung terbesarnya dalam ajang Piala Asia 2027. Setelah berhasil mencapai prestasi terbaiknya pada edisi lalu, bagaimana peluang skuad Garuda di edisi mendatang?
Menurut jadwal, Piala Asia 2027 akan bergulir di Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Berdasarkan hasil undian grup, Timnas Indonesia akan menghadapi ujian yang tidak mudah karena tergabung di Grup F.
Di grup ini, skuad Merah Putih akan bersaing melawan Jepang, Qatar, dan Thailand. Secara peringkat FIFA, ketiga negara tersebut memang berada di atas Timnas Indonesia, terutama Jepang yang merupakan negara dengan peringkat tertinggi di Asia.
Lantas, bagaimana catatan prestasi dan kiprah Timnas Indonesia sepanjang sejarah partisipasinya di kejuaraan paling bergengsi antarnegara Asia ini? Berikut ulasannya.
Piala Asia 2027 akan menjadi partisipasi keenam bagi Timnas Indonesia sepanjang sejarah. Sejak kejuaraan ini pertama kali bergulir pada 1956, skuad Garuda harus menunggu dalam periode yang lama untuk bisa lolos.
Timnas Indonesia tercatat pertama kali berhasil melaju dari babak kualifikasi pada edisi 1996 yang saat itu bergulir di Uni Emirat Arab (UEA). Sejak saat itu, skuad Garuda sempat lolos ke putaran final selama empat kali berturut-turut.
Setelah itu, Timnas Indonesia sempat absen berpartisipasi sebanyak tiga kali, yakni pada edisi 2011, 2015, dan 2019. Khusus untuk edisi terakhir, Timnas Indonesia harus didiskualifikasi karena terkena sanksi dari FIFA.
Dari lima partisipasi tersebut, Timnas Indonesia baru bisa mencapai prestasi terbaiknya pada edisi terakhir, tepatnya pada Piala Asia 2023 yang bergulir di Qatar. Saat itu, skuad Garuda diasuh oleh Shin Tae-yong.
Di fase grup, Timnas Indonesia hanya mampu menang sekali saat melawan Vietnam (1-0), sedangkan dua laga lainnya tumbang dari Irak (1-3) dan Jepang (1-3). Beruntung, skuad Garuda berhasil lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Sayangnya, ketika berjuang di fase 16 besar, Timnas Indonesia harus berjumpa Australia. Skuad asuhan Shin Tae-yong pun saat itu harus menyerah dengan skor empat gol tanpa balas. Meski kandas, ini merupakan capaian terbaik Timnas Indonesia di Piala Asia.
Sebelum berhasil mencapai babak 16 besar bersama Shin Tae-yong, Timnas Indonesia selalu gagal mengukir pencapaian memuaskan di fase grup. Sejak edisi 1996, 2000, 2004, hingga 2007, skuad Garuda selalu kandas di babak grup.
Pada dua edisi pertama, misalnya, Timnas Indonesia hanya mampu meraih satu poin dari tiga pertandingan. Sedangkan pada dua edisi berikutnya, skuad Garuda bisa menang sekali dari tiga laga di fase penyisihan.
John Herdman tentu memikul tanggung jawab yang besar untuk bisa melampaui catatan skuad Garuda pada Piala Asia 2023. Ia diharapkan mampu mengukir pencapaian yang lebih baik pada edisi mendatang.
