Manajer PSIM, Iksan Mahar, meminta suporter untuk terus memberikan dukungan agar Laskar Mataram bisa segera bangkit dan melanjutkan perjuangan di musim 2026/2027.
PSIM harus segera mengalihkan fokus setelah mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala, Jean-Paul van Gastel, pada Sabtu (17/10/2026). Keputusan tersebut diambil sebagai buntut kegagalan tim meraih kemenangan dalam lima laga awal musim ini.
Di tengah situasi tersebut, Iksan mengatakan bahwa perjalanan PSIM masih panjang. Ia berharap dinamika yang terjadi dalam beberapa hari terakhir tidak mengganggu persiapan tim.
“Segala macam dinamika dalam beberapa hari terakhir, harapan saya hanya satu, minta tolong kepada teman-teman semua untuk terus memberikan dukungan kepada kami, kepada tim PSIM. Karena apa pun yang terjadi, dinamikanya…” ujar Iksan.
Simak klasemen BRI Super League terkini.
Sepeninggal Van Gastel, PSIM akan dihadapkan pada jadwal yang tidak mudah. Terdekat, Laskar Mataram akan melakoni dua laga tandang melawan Bhayangkara FC dan IsenMulang FC.
“Kami sudah harus bersiap untuk menghadapi dua laga yang sangat krusial dalam perjalanan musim ini, yaitu menghadapi Bhayangkara dan IsenMulang. Selanjutnya, kami punya dua laga kandang yang cukup berat,” katanya.
“Ditambah lagi jadwal di bulan November dan Desember. November kami punya lima pertandingan, terdiri dari empat laga Super League dan satu League Cup. Desember bahkan ada tujuh pertandingan, yaitu enam laga Super League dan satu League Cup.”
“Ini bisa jadi salah satu periode yang sangat sibuk dalam sejarah PSIM, terutama ketika kita bertanding di kasta tertinggi. Jadi, sekali lagi saya mohon dukungannya, teman-teman semua,” ucap Iksan.
Untuk sementara, PSIM menunjuk Guntur Cahyo Utomo sebagai pelatih caretaker. Ia akan memimpin tim selama sekitar sebulan sembari menunggu manajemen menentukan sosok pengganti Van Gastel.
Pergantian pelatih diharapkan menjadi momentum bagi PSIM untuk memperbaiki performa. Manajemen juga ingin memastikan tim mampu memenuhi target untuk bertahan di kasta tertinggi Liga Indonesia.
“Harapannya kami akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk membawa kembali tim kebanggaan kita semua, tim kebanggaan masyarakat Kota Jogja, agar kembali on the track,” tutur Iksan.
“Dan benar-benar mendapatkan visi kita untuk sustain di Super League musim ini dan musim-musim mendatang,” pungkas pria berusia 34 tahun tersebut.
