PSIM bertekad mengakhiri tren negatif saat bertandang ke markas Bhayangkara FC pada pekan keenam di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa (20-10-2026) pukul 19.00 WIB. Duel ini menjadi tantangan pertama bagi Guntur Cahyo Utomo yang kini bertugas sebagai pelatih caretaker setelah klub berpisah dengan Jean-Paul van Gastel, Sabtu kemarin.
Guntur menyadari bahwa PSIM akan menghadapi lawan yang tangguh. Bhayangkara FC belum terkalahkan dalam lima laga yang telah dijalani, dengan catatan satu kemenangan dan empat hasil imbang.
“Seperti yang kita tahu semuanya, dinamika menarik di PSIM. Tapi, secara keseluruhan, apa pun itu, kami semua berkomitmen untuk tampil maksimal demi meraih poin nanti di Bhayangkara,” ujar Guntur saat konferensi pers jelang laga via Zoom virtual, Senin (19-10-2026).
Saat ini, PSIM sedang terjebak di zona degradasi, tepatnya di posisi ke-16 klasemen sementara dengan koleksi satu poin. Mereka baru mengantongi satu hasil imbang dan empat kekalahan dari lima laga.
Pelatih berusia 46 tahun itu menilai Bhayangkara FC sebagai salah satu tim kuat di BRI Super League. The Guardians memiliki komposisi pemain berkualitas dan berpotensi bersaing di papan atas pada akhir musim nanti.
Oleh karena itu, PSIM dituntut untuk tampil dengan motivasi yang lebih besar saat menghadapi tuan rumah. Guntur berharap para pemain mampu menunjukkan respons positif di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi tim.
“Bhayangkara salah satu tim yang sangat kuat di Super League. Saya pikir mereka adalah salah satu kandidat besar di akhir musim nantinya. Itu yang sangat kami pahami dan sadari. Mereka dihuni banyak pemain bagus,” kata Guntur.
“Kami semua sepakat, pada akhirnya kami butuh motivasi lebih, butuh komitmen lebih untuk bisa kami pakai melawan Bhayangkara di pertandingan besok,” imbuhnya.
Mantan Direktur Akademi PSS Sleman itu ingin PSIM berkonsentrasi membenahi permainan mereka sendiri. Evaluasi dari sejumlah laga sebelumnya akan menjadi bekal penting untuk mencuri poin di Bandar Lampung.
“Kami fokus kepada diri kami sendiri untuk mengevaluasi apa pun yang kemarin terjadi di beberapa pertandingan. Kami betul-betul fokus kepada diri sendiri. Itu yang barangkali akan menjadi salah satu senjata kami untuk bisa mencuri poin di Bhayangkara,” tuturnya.
“Secara spesifik, mereka punya Sidibe dan Allano yang mungkin juga menjadi ancaman utama. Paling tidak, pemain sangat siap untuk menghadapi dua pemain itu sehingga kami punya peluang untuk bisa mencuri poin di laga besok,” lanjut Guntur.
Bek PSIM, Raka Cahyana, memastikan bahwa persiapan tim berjalan cukup baik. Ia dan rekan-rekannya siap menjalankan instruksi pelatih demi mendapatkan hasil positif.
“Kalau dari pemain, persiapan cukup baik dan siap menjalankan instruksi pelatih untuk pertandingan besok,” tutur bek berusia 22 tahun tersebut.
