Mathew Baker Cerita Perjuangan Meniti Karier sejak Kecil Hingga Menembus Melbourne City dan Timnas Indonesia

Mathew Baker, seorang bek, bercerita kepada media Australia mengenai momen ketika ia dipanggil oleh tim berjulukan Skuad Garuda tersebut. Mathew Baker, yang lahir di Melbourne, Australia, pada 13 Mei 2009, juga mengenang kembali saat ia bergabung dengan Melbourne City empat tahun lalu.

“Saya sudah bermain untuk akademi Melbourne City sejak 2022. Sebelumnya, saya bermain sepak bola di tingkat akar rumput hingga berusia sekitar 12 tahun,” ujar Baker.

“Saya bermain untuk Malvern City, kemudian Box Hill United. Selama berada di Box Hill, saya juga mengikuti Melbourne City Football School sebagai kegiatan tambahan, sekitar satu atau dua kali dalam seminggu,” tambahnya.

“Di sana, saya mendapatkan pengalaman dilatih oleh pelatih-pelatih yang sangat bagus. Metode kepelatihannya sebenarnya sangat mirip dengan yang diterapkan di akademi,” jelasnya.

Baker mendeskripsikan secara detail perjalanan kariernya sebagai pesepak bola dari masa kanak-kanak hingga beranjak dewasa, termasuk saat ia memperoleh kontrak profesional pertama dari Melbourne City pada 2025.

“Saya merasa pengalaman itu benar-benar membantu mempersiapkan diri untuk masuk ke akademi yang sesungguhnya. Saya juga berkesempatan mengikuti sebuah turnamen ketika masih berada di sekolah sepak bola tersebut,” ucap Baker.

“Pengalaman bersama sekolah sepak bola sebelum masuk akademi sangat membantu perkembangan saya sebagai individu, terutama karena saya bisa merasakan seperti apa berada dalam lingkungan sepak bola profesional.”

“Kemudian, saya masuk akademi ketika berusia 13 tahun. Saya bermain untuk tim U-14 dan terus melewati setiap kelompok usia sepanjang perjalanan karier saya sampai sekarang.”

“Ketika berusia 16 tahun, saya berhasil mendapatkan kontrak profesional pertama. Sekarang, saya sedang berusaha mendapatkan tempat di skuad A-League dan terus bekerja keras setiap hari,” jelasnya.

Panggilan untuk Baker pertama kali datang pada 2004 saat ia masih berusia 15 tahun. Ia dipercaya memperkuat Timnas U-16 yang kala itu dilatih oleh Nova Arianto.

“Ketika berusia 15 tahun, saya mendapat panggilan untuk bergabung dengan Timnas Indonesia U-16 di bawah asuhan Nova Arianto,” tutur Baker.

“Saat itu, saya mengikuti pemusatan latihan sebagai persiapan menghadapi Kejuaraan Asia U-16, yang kemudian juga saya ikuti. Itulah turnamen pertama saya bersama Indonesia,” ungkapnya.

Kiprah Baker bersama Timnas Indonesia terus berkembang. Pada tahun ini, ia naik kelas ke Timnas U-20 sekaligus Timnas Senior.

Baker bahkan telah menjalani debut bersama Timnas Indonesia saat menghadapi Timnas Oman dalam FIFA Matchday pada Juni 2026. Dalam laga tersebut, ia bermain selama sepuluh menit.

“Sejak saat itu, saya terus bermain bersama kelompok usia tersebut, termasuk ketika kami tampil di Piala Dunia pada akhir tahun lalu,” papar Baker.

“Kemudian, tahun ini saya bermain untuk Timnas U-17 di Piala Asia, Timnas U-20 di Kejuaraan Asia U-19 Putra, dan akhirnya Timnas Senior Indonesia ketika menghadapi Oman,” ucapnya. SBS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *