Pelatih Java United Layangkan Protes ke Komite Wasit PSSI: Jangan Jadikan Laga Kami Bahan Uji Coba!

Pelatih Java United, Fabio Lefundes, melayangkan protes terhadap Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, terkait penunjukan wasit yang bertugas memimpin laga melawan Isenmulang FC pada pekan keenam. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Selasa (20-10-2026).

Seusai pertandingan yang berakhir imbang dengan skor 1-1 tersebut, Lefundes sempat mempertanyakan keabsahan gol Isenmulang FC. Pelatih asal Brasil itu berpendapat bahwa proses terciptanya gol tim tuan rumah diawali dengan sebuah pelanggaran. Namun, setelah ditinjau melalui video assistant referee (VAR), gol tersebut akhirnya tetap disahkan.

Lefundes pun mengirimkan pesan kepada Yoshimi Ogawa mengenai keputusan Komite Wasit PSSI dalam menunjuk perangkat pertandingan. Ia meminta federasi agar lebih berhati-hati dalam menunjuk wasit. “Saya sebetulnya selalu berhati-hati dalam berkomentar, tetapi rasanya saya ingin bicara dengan Mr. Ogawa. Mr. Ogawa, tolong jangan jadikan pertandingan kami sebagai bahan uji coba,” ujar Fabio Lefundes seusai laga.

Duel antara Isenmulang FC menghadapi Java United ini dipimpin oleh Bangkit Sanjaya sebagai pengadil utama. Menurut Lefundes, penunjukan wasit asal Lampung Timur ini terasa cukup janggal. Pasalnya, sebelum bertugas di laga ini, Bangkit Sanjaya sama sekali belum pernah ditugasi memimpin pertandingan di BRI Super League. Sebelumnya, ia lebih banyak bertugas di kasta kedua.

“Anda tidak bisa memilih wasit yang bahkan belum pernah bertugas di Liga 1 musim ini untuk memimpin di pekan keenam. Pekan keenam dia datang memimpin pertandingan tim yang dia pikir bisa dia kendalikan sebaik mungkin, dan itu sangat buruk,” ujar Lefundes.

Lefundes berharap Yoshimi Ogawa bisa lebih cermat dalam menunjuk wasit yang bertugas. Menurutnya, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia membutuhkan wasit berkualitas karena hal tersebut akan memengaruhi jalannya pertandingan. “Tolong sampaikan pesan kepada Mr. Ogawa. Minta beliau untuk meninjau kembali penugasan perwasitan ini dan tidak asal menempatkan wasit di pertandingan karena kita membutuhkan kualitas,” katanya.

“Sepak bola Indonesia tidak hanya dibentuk oleh pemain dan pelatih, ada staf yang membuat perbedaan, tetapi dibentuk oleh satu kesatuan secara keseluruhan di mana kita membutuhkan wasit tingkat tinggi untuk memimpin pertandingan kami,” imbuhnya.

Dengan hasil ini, Java United gagal melanjutkan tren positif mereka di BRI Super League 2026/2027. Sebelum bermain imbang menghadapi Isenmulang FC, Laskar Kepodang Emas sejatinya telah meraih dua kemenangan beruntun.

Pada laga berikutnya, Gustavo Franca dkk. akan menghadapi lawan yang secara materi di atas kertas cukup mudah, yakni saat bertandang ke markas Persijap Jepara yang saat ini berstatus sebagai penghuni juru kunci klasemen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *