Persijap kembali memperpanjang rekor buruk setelah dilumpuhkan Dewa United pada pekan keenam. Catatan Laskar Kalinyamat kini semakin parah. Dalam duel yang berlangsung di Banten International Stadium, Banten, Selasa (20-10-2026), Persijap harus mengakui keunggulan Dewa United setelah takluk dua gol tanpa balas oleh tuan rumah.
Sebetulnya, Laskar Kalinyamat sudah mampu menahan gempuran serangan Banten Warriors sepanjang laga. Namun, pertahanan mereka akhirnya jebol melalui gol Nick Kuipers (79′) dan Pedro Augusto Cabral (90+2′).
Sejak awal, caretaker Persijap, Antonio Claudio, sudah menduga timnya akan menghadapi kesulitan. Pasalnya, Dewa United merupakan tim papan atas yang memiliki catatan tak terkalahkan.
“Ya, memang seperti yang sudah kami prediksi sejak awal. Kami bermain di sini melawan Dewa United dan kami sangat menghormati mereka, karena pada musim ini mereka sangat kompetitif,” kata Antonio Claudio.
Antonio Claudio mengatakan bahwa Persijap sebenarnya sudah berjuang habis-habisan untuk membawa pulang satu poin dari laga tandang ini. Namun, target tersebut akhirnya meleset dari genggaman timnya.
“Namun, kami datang ke sini dengan tujuan berjuang agar bisa mendapatkan poin. Sayangnya, target itu belum bisa terwujud. Akan tetapi, ini bukan akhir dari segalanya,” ujarnya.
Pelatih asal Brasil itu menegaskan bahwa Persijap akan terus berbenah agar bisa segera mengakhiri rekor buruknya di BRI Super League. Dari enam pertandingan ini, mereka selalu menelan kekalahan dan harus terdampar di dasar klasemen.
“Kami akan bersiap lagi melalui latihan agar pada pertandingan berikutnya kami bisa bermain lebih baik lagi dan mendapatkan poin. Karena poin itulah yang saat ini sangat kami butuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, pemain Persijap, Ambrizal Umanailo, merasa bangga dengan kerja keras rekan-rekannya. Sebab, seluruh pemain sudah berjuang maksimal untuk mendapatkan poin. Ia pun berjanji bahwa dirinya dan rekan satu tim akan terus berbenah untuk menghadapi laga berikutnya.
“Saya pribadi cukup bangga dengan perjuangan teman-teman. Kita tahu Dewa United bukan tim yang mudah. Mereka punya materi pemain yang jauh lebih bagus dari kami,” ujar pemain berusia 30 tahun itu.
”Tapi, kami sudah berjuang sampai menit ke-78 dan bisa menahan mereka. Namun, inilah sepak bola, segala sesuatu bisa terjadi. Kami akan terus berbenah dan memperbaiki segala sesuatu untuk pertandingan ke depan,” lanjutnya.
Dengan kekalahan ini, Persijap semakin memperpanjang catatan merahnya di BRI Super League 2026/2027. Selain rekor kekalahan yang tak kunjung berakhir, Laskar Kalinyamat juga memiliki banyak catatan negatif.
Hingga saat ini, mereka menjadi tim dengan jumlah kebobolan tertinggi karena telah kemasukan 14 gol dari enam laga. Produktivitas golnya juga menjadi yang terendah karena baru mampu menghasilkan dua gol.
