Penyerang Mauro Caballero memberikan klarifikasi setelah dituding melakukan tindakan rasis oleh Allano Lima. Mauro menyampaikan pembelaannya melalui Instagram Story pada Rabu (21/10/2026) sore WIB. Ia membantah tuduhan tersebut dan menegaskan sikapnya yang menentang segala bentuk rasisme.
Tudingan itu muncul usai kedua tim bertemu pada pekan keenam BRI Super League 2026/2027 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa (20/10/2026) malam WIB.
“Halo, saya ingin membela diri secara terbuka terhadap pencemaran nama baik dan fitnah yang ditujukan kepada saya. Kemarin dalam pertandingan resmi, pemain lawan, setelah pelanggaran yang dilakukan terhadap saya, mengintimidasi, menghina, dan merendahkan keluarga serta karier saya,” tulis Mauro.
“Sebagai manusia, saya hanya berusaha membela diri dengan cara yang paling etis, menolak keras segala bentuk rasisme sambil mengakui dalam momen berintensitas tinggi tersebut, emosi sangat memuncak,” lanjutnya.
Mauro menyebut insiden itu telah ditinjau melalui Video Assistant Referee (VAR). Menurutnya, pemeriksaan tersebut mengonfirmasi tidak adanya tindakan rasisme dalam kejadian itu.
“Adu argumen itu telah ditinjau oleh VAR, yang mengonfirmasi tidak ada tindakan rasisme yang terjadi. Pertandingan berlanjut, itu hanyalah momen di mana dua atlet memberikan segalanya, bertanding untuk meraih hasil positif bagi tim masing-masing,” katanya.
“Saya sangat menentang rasisme. Segala sesuatu yang terjadi atau dikatakan di lapangan seharusnya tetap berada di lapangan setelah pertandingan selesai, sebagaimana layaknya seorang profesional sejati. Terima kasih atas perhatian Anda. Mauro,” imbuh Mauro.
Sebelumnya, Allano Lima meluapkan kekesalannya melalui Instagram Story beberapa saat setelah duel Bhayangkara FC kontra PSIM rampung. Ia bahkan menandai akun Instagram Mauro Caballero dalam unggahannya.
“@mcjrs94. Satu lagi orang rasis di antara sekian banyak rasis lainnya yang ada, sayangnya seperti biasa tidak ada tindakan yang diambil dan mereka terus berada di antara kita,” tulis Allano. “Kamu adalah sebuah aib sebagai seorang pria dan sebagai seorang atlet,” sambung pemain asal Brasil tersebut.
Dalam laga itu, PSIM harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 0-1. Moussa Sidibe menjadi pencetak gol semata wayang yang memastikan kemenangan Bhayangkara FC.
