Kelompok suporter Brajamusti dan The Maident meminta Laskar Mataram segera berbenah setelah kembali menelan kekalahan pada laga lanjutan. Terbaru, PSIM menyerah dengan skor 0-1 saat bertandang ke markas Bhayangkara FC pada pekan keenam di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa (20/10/2026).
Dalam laga tersebut, PSIM harus berjuang dengan 10 pemain sejak menit ke-27 setelah gelandang Ze Valente menerima kartu merah akibat pelanggaran terhadap pemain lawan. Pertandingan ini juga menjadi laga pertama PSIM usai berpisah dengan Jean-Paul van Gastel yang dipecat pekan lalu.
Untuk sementara, Laskar Mataram ditangani oleh Guntur Cahyo Utomo sebagai pelatih. Hingga pekan keenam BRI Super League, PSIM urung mendulang kemenangan dengan catatan satu kali imbang dan lima kali kalah. Mereka saat ini berada di zona degradasi atau posisi ke-17 klasemen sementara dengan raihan satu poin.
Presiden Brajamusti, RM Satrio Wijayanto, menyatakan kekecewaannya atas hasil yang didapat PSIM Yogyakarta. Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan para pemain di lapangan.
“Secara hasil tentu kecewa belum bisa menang. Namun, kami mengapresiasi daya juang pemain di lapangan, apalagi harus main dengan 10 orang. Evaluasi besar tetap harus ada, terutama soal kedisiplinan di lapangan agar hal seperti ini tidak terulang,” ujar Satrio, Kamis (22/10/2026).
Selain itu, ia meminta pemain untuk tetap menjaga kepercayaan diri. Dukungan suporter akan terus diberikan selama mereka menunjukkan kesungguhan dan kebanggaan saat membela PSIM.
“Buat tim dan seluruh pemain, tetap tegakkan kepala. Liga masih berjalan, perjalanan masih panjang. Jangan biarkan kekalahan ini meruntuhkan mental,” pesannya.
“Brajamusti akan selalu ada di belakang tim, memberikan dukungan penuh selagi kalian bertanding dengan hati dan kebanggaan untuk lambang tugu di dada,” tegas Satrio.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Umum The Maident, Rendy Agung Prasetya. Ia cukup menyayangkan hasil yang diperoleh PSIM di Bandar Lampung.
“Menurut saya, hasil pertandingan kemarin tentu belum sesuai dengan harapan kita semua. Setelah Van Gastel dipecat, kami berharap ada energi dan semangat baru di dalam tim,” kata Rendy saat dihubungi, Kamis (22/10/2026).
Namun, Rendy mengingatkan bahwa kekalahan dari Bhayangkara FC tidak bisa dilepaskan dari situasi pertandingan yang membuat PSIM kehilangan satu pemain sejak babak pertama.
“Namun, kami juga harus melihat pertandingan secara utuh karena PSIM harus bermain dengan 10 pemain dan akhirnya kalah tipis 0-1. Situasi tersebut tentu membuat perjuangan tim menjadi lebih berat,” ucap Rendy.
“Terpenting sekarang adalah bagaimana kita menyikapi hasil ini dengan kepala dingin. Kita tidak bisa terus larut dalam kekecewaan, tetapi juga tidak boleh menutup mata terhadap evaluasi yang harus segera dilakukan,” tuturnya.
