PSIM tidak bisa diperkuat gelandang andalan mereka, Ze Valente, saat bertandang ke markas Isenmulang Kalteng FC pada lanjutan BRI Super League 2026/2027. Pertandingan antara Isenmulang FC kontra PSIM pada pekan ketujuh tersebut akan berlangsung tanpa penonton di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Sabtu (24/10/2026) sore WIB.
Ze Valente harus absen karena menjalani akumulasi kartu. Gelandang asal Portugal tersebut diketahui mendapatkan kartu merah pada laga sebelumnya. Absennya Ze menjadi tantangan tersendiri bagi Laskar Mataram yang tengah berusaha keluar dari tren negatif.
Hal tersebut diungkapkan oleh *caretaker* pelatih PSIM, Guntur Cahyo Utomo. “Kehilangan pemain tentu tidak memberikan kenyamanan bagi tim secara keseluruhan. Tapi kami mencoba untuk berpikir positif bahwa itulah alasan pemain lain harus selalu siap bermain,” ujar Guntur, Jumat (13/10/2026).
“Dalam kompetisi yang panjang, semuanya bisa terjadi. Absennya Ze semoga menjadi motivasi bagi pemain lain untuk menunjukkan performa yang lebih maksimal lagi,” sambungnya.
Simak *update* terkini klasemen BRI Super League 2026/2027. PSIM sangat membutuhkan kebangkitan setelah kembali menelan kekalahan. Mereka takluk 0-1 dari Bhayangkara FC pada pekan keenam di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa (20/10/2026) malam WIB.
Setelah laga tersebut, PSIM langsung bertolak ke Bali untuk bersua Isenmulang FC. Dengan jarak pertandingan yang berdekatan dan perjalanan panjang, Guntur berupaya memulihkan kondisi fisik para pemain.
“Ini situasi yang kurang ideal bagi tim, terutama bagi pemain. Pertama, jarak yang sangat pendek. Kemudian, perpindahan *venue* yang mendadak secara emosional juga cukup mengejutkan pemain. Sehingga kami sedang mencoba memulihkan lagi kondisi fisik mereka karena perjalanan yang panjang,” katanya.
“Kami juga berusaha memulihkan kondisi emosional dan psikologis para pemain. Saat ini kami masih memiliki dua hari, semoga besok para pemain telah sepenuhnya fokus untuk bisa kembali bermain optimal pada hari Sabtu,” lanjutnya.
Selain memulihkan kondisi pemain, mantan Direktur Akademi PSS Sleman tersebut juga melakukan evaluasi terhadap penampilan PSIM dalam beberapa pertandingan terakhir. “Kami mencoba mengevaluasi semua aspek. Sebetulnya di laga sebelumnya kami bermain cukup baik pada 20 menit pertama sebelum kartu merah. Tapi setelah itu kondisi tidak terkontrol, kami baru bisa mengontrol lagi beberapa saat setelah gol terjadi,” ulas Guntur.
“Kami akan mencoba bermain seperti 20 menit pertama ketika melawan Bhayangkara. Targetnya, kami tidak kebobolan lagi. Semoga kami bisa memperbaiki pertahanan dan mencoba untuk mematangkan kemampuan mencetak gol para pemain, baik secara kolektif maupun individu,” imbuhnya.
Saat ini, PSIM tertahan di zona degradasi atau posisi ke-17 klasemen sementara dengan koleksi satu poin. Hasil tersebut merupakan hasil dari satu kali imbang dan lima kekalahan secara beruntun.
