Ada tren menarik yang sempat melanda BRI Super League. Kontestan liga sepak bola level tertinggi di Indonesia itu pernah sangat nyaman menggunakan tenaga kiper asing. Pada musim 2025/2026, sebanyak 11 dari 18 kontestan BRI Super League menggunakan penjaga gawang dari luar negeri.
Beberapa nama pun sempat menarik perhatian, seperti Lucas Frigeri bersama Arema FC, Igor Rodrigues di Persita Tangerang, dan Mike Hauptmeijer di Bali United. Namun, tren penggunaan kiper asing tersebut menurun di BRI Super League 2026/2027. Saat ini, hanya 8 dari 10 klub yang masih menerapkan kebijakan tersebut.
Menurunnya tren penggunaan kiper asing di BRI Super League 2026/2027 tentu layak disambut positif. Hal ini memberikan kesempatan lebih besar bagi penjaga gawang lokal dibandingkan musim sebelumnya. Bahkan, klub besar yang dijagokan bersaing di zona juara seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, dan Persebaya Surabaya kini percaya sepenuhnya pada kiper lokal.
Kebijakan ini tampak berbanding terbalik dengan dibukanya ruang bagi klub untuk mendaftarkan 11 pemain asing mulai BRI Super League 2026/2027. Klub-klub tampaknya lebih memilih menggunakan slot 11 pemain asing tersebut untuk posisi non-kiper.
Kembalinya kepercayaan terhadap kiper lokal di BRI Super League 2026/2027 mulai membuahkan hasil, salah satunya ditunjukkan oleh Muhammad Ardiansyah. Kiper PSM Makassar itu melakukan dua kali penyelamatan tendangan penalti striker Persebaya Surabaya, Alex Martins, dalam laga pekan keenam BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Kamis (22/10/2026) malam.
Kiper lokal lainnya pun turut menunjukkan kualitasnya. Selain Fitrah Maulana di Persib Bandung, penampilan Sendri Johanysah di Persijap Jepara dan Husna Al Malik di Persik Kediri juga turut menarik perhatian.
