Ketidakmampuan menggelar laga kandang akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda Kalimantan, termasuk Kalimantan Tengah, tidak mematahkan semangat juang para pemain Isenmulang FC. Sejak BRI Super League 2026/2027 bergulir pada 4 September lalu, Isenmulang FC belum bisa menjamu tamu di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya.
Akibatnya, tim asuhan Mundari Karya tersebut terpaksa harus menggelar laga kandang di daerah lain, seperti Bali, Lampung, dan Yogyakarta. Memasuki pekan ketujuh, Isenmulang FC dijadwalkan menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada Sabtu (24/10/2026) sore pukul 15.30 WIB.
Untuk kesekian kalinya, manajemen menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Palangka Raya dan para penggemar karena keinginan untuk menyaksikan langsung pertandingan tim kesayangan kembali tertunda. Meski begitu, manajemen terus meminta dukungan dan doa agar Mundari Karya dan pasukannya dapat kembali meraih hasil positif, walaupun duel kontra PSIM digelar tanpa penonton.
Isenmulang FC saat ini tengah memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Dua hasil positif yang diraih dalam dua laga terakhir, yakni menang 1-0 atas Persijap Jepara dan bermain imbang 1-1 melawan Java United FC, membuat tim promosi ini berada di atas angin untuk meraup tiga angka dari PSIM.
Rafael Ribeiro, salah satu pilar penting Isenmulang FC, mengatakan bahwa pertandingan melawan PSIM tidak akan berlangsung mudah. Oleh karena itu, seluruh pemain akan tetap berusaha tampil maksimal demi merealisasikan target tim.
“Pertandingan berikutnya juga merupakan laga yang besar. Jadi kami harus berusaha tampil maksimal untuk meraih kemenangan,” kata palang pintu asal Brasil berusia 30 tahun tersebut.
Selain Rafael Ribeiro, sederet pemain andalan seperti Kenji Nishioka, Vinicius Baiano, Leonardo Silva Lelis, Douglas Cruz, Modou Manneh, Brayen Pondaag, serta penjaga gawang Lucas Frigeri diperkirakan masih akan menjadi starter.
Jika mampu meraup tiga angka, posisi Isenmulang FC di klasemen otomatis akan membaik. Saat ini, tim berjuluk Laskar Tambun Bungai tersebut bercokol di posisi ke-16 dengan koleksi dua poin.
Bagaimana dengan PSIM? Tim tamu tersebut berada tepat di bawah Isenmulang FC, yakni di posisi ke-17 dengan raihan satu poin. Menantang Isenmulang FC, Laskar Mataram tampil tanpa Jean-Paul van Gastel. Juru taktik berpaspor Belanda itu dipecat menyusul hasil minor yang dituai PSIM.
Posisi Jean-Paul van Gastel kini diisi oleh Guntur Cahyo Utomo sebagai pelatih sementara. Guntur Cahyo Utomo melakoni debutnya sebagai nakhoda dengan kekalahan tipis 0-1 dari Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa (20/10/2026).
Kekalahan dari Bhayangkara FC menjadi evaluasi sekaligus pelajaran penting bagi Guntur Cahyo Utomo menjelang bentrok melawan Isenmulang FC. Menurut Guntur, tim pelatih akan terlebih dahulu memastikan kondisi para pemain, dan mereka juga diminta untuk bekerja ekstra keras lagi.
“Yang pertama akan kita lakukan memastikan kondisi para pemain. Secara ide, kita akan bekerja lebih keras di beberapa sesi latihan yang hanya kami miliki. Tentu saja ada hal-hal yang harus kita perbaiki dan tingkatkan,” kata Guntur Cahyo Utomo.
Sayangnya, PSIM tidak bisa diperkuat oleh palang pintu andalannya, Ze Valente. Pemain asal Portugal itu terpaksa harus menepi akibat kartu merah yang diterimanya saat bertanding melawan Bhayangkara FC.
Isenmulang FC (3-4-3): Lucas Frigeri (GK), Leonardo Silva Lelis, Douglas Cruz, Rafael Ribeiro, Firman Ramadhan, Modou Manneh, Brayen Pondaag, Shafa Abdillah, Ardi Ramdani, Kenji Nishioka, Vinicius Baiano.
Pelatih: Mundari Karya (Indonesia)
PSIM Yogyakarta (4-3-3): Cahya Supriadi (GK), Yusaku Yamadera, Alwi Fadilah, Savio Sheva, Jop van den Avert, Adrian Purzycki, Franco Ramos Mingo, Ezequiel Vidal, Nermin Haljeta, Raka Cahyana, Riyatno Abiyoso.
Pelatih: Guntur Cahyo Utomo (Indonesia)
