Main Kurang Efisien saat Hadapi Arema FC, Catatan Apik Dewa United Runtuh di Kanjuruhan

Catatan tak terkalahkan Dewa United akhirnya patah. Pada pekan ke-7, tim berjulukan Banten Warrior ini ditekuk 0-4 oleh Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (25/10/2026).

Kekalahan ini membuat Dewa United gagal merangsek ke puncak klasemen untuk menggeser Persija Jakarta. Selain itu, ini menjadi kali pertama gawang Dewa United yang dikawal Sonny Stevens kebobolan empat gol hanya dalam satu pertandingan.

Raianderson Careca, Samuel Otusanya, dan Julian Guevara menjadi tiga nama di skuad Arema FC yang meruntuhkan ketangguhan kiper asal Belanda tersebut.

Usai pertandingan, pelatih Dewa United, Osmar Loss, mengaku tidak bisa banyak bicara. “Selamat untuk Arema. Ini kemenangan penting mereka. Karena kami kalah empat gol, tidak banyak yang bisa kami sampaikan. Kami sudah tahu masalahnya di mana. Kami akan bekerja keras untuk pertandingan selanjutnya,” kata Osmar.

Pelatih asal Brasil itu menjelaskan bahwa timnya tidak bisa memaksimalkan dominasi permainan. Skema serangan mereka berantakan ketika Rafael Struick dkk. tidak segera mencetak gol.

“Arema FC bermain sesuai dengan caranya. Begitu juga dengan Dewa United. Kami menguasai permainan. Sampai mereka mencetak gol pertama, rencana kami masih berjalan. Sayangnya, kami kurang efisien. Andaikan ada gol yang segera dicetak, tentu akan berbeda,” jelasnya.

Dalam laga ini, Dewa United kehilangan satu sosok penting di lini serang, yakni Taisei Marukawa. Pemain asal Jepang itu tidak masuk dalam susunan pemain.

“Kami kehilangan satu pemain yang penting. Tentu kami mengalami masalah. Namun, ada pemain lain yang sebenarnya punya kualitas yang sama,” jelasnya.

Di lapangan, Noah Sadaoi, Egy Maulana, Rafael Struick, dan lainnya terlihat kurang tajam. Mereka kesulitan menghadapi rapatnya pertahanan Arema FC.

Singo Edan memang sengaja bermain bertahan. Mereka sadar jika bermain terbuka, Dewa United akan leluasa melakukan serangan.

“Andaikan kami bisa mencetak gol, lawan akan berubah mode permainannya. Sehingga banyak ruang yang tercipta di lini belakang Arema,” lanjutnya.

Sayangnya, hal itu tidak terjadi. Arema tetap bermain bertahan dan sabar menunggu Dewa United kehilangan bola untuk melancarkan serangan balik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *